Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan). Foto: ANT/Aprilio
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan). Foto: ANT/Aprilio

Gerindra Kepincut Stafsus Milenial

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Whisnu Mardiansyah • 22 November 2019 13:29
Jakarta: Partai Gerindra menyambut positif keputusan Presiden Joko Widodo memilih staf khusus dari kalangan milenial.Stafsus ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kinerja Presiden Jokowi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.
 
"Saya sangat apresiasi. Stafsus yang kemarin kita lihat itu muda, milenial, visioner, sehingga saya pikir Pak Presiden dapat terbantu dengan adanya stafsus yang baru diumumkan kemarin," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.
 
Dasco yang juga menjabat Wakil Ketua DPR itu menilai tujuh stafsus itu sudah sesuai proporsinya. Ia tak mempermasalahkan jumlah selagi tidak bertentangan dengan aturan berlaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Stafsus yang kemarin disampaikan presiden memang ada bidang masing-masing dan saya pikir itu sesuai kebutuhan yang dibutuhkan oleh presiden, itu yang pertama. Dan sepanjang aturannya memungkinkan, saya pikir tidak masalah," jelas Dasco.
 
Mengenai efektivitas kinerja, Dasco menilai mereka tak perlu berkantor di istana. Sebagai generasi milenial mereka bisa bekerja di mana pun tanpa harus berkantor di Istana.
 
"Justru harus banyak observasi, harus banyak melakukan studi-studi ke lapangan. Sehingga kalau dilihat efektivitas, justu kalau dia berada di kantor terus ya enggak efektif," terang Dasco.
 
Kemarin, Presiden Joko Widodo, mengenalkan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial. Ketujuh orang itu, yakni Direktur Utama Ruangguru Adamas Belvasyah Devara dan CEO Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung.
 
Kemudian, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif