Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto. Medcom.id/Cindy Ang.
Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto. Medcom.id/Cindy Ang.

BPIP Tekankan Peran Pancasila Melawan Radikalisme

Nasional pancasila
Cindy • 03 Juli 2019 11:38
Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan peran Pancasila melawan radikalisme dan terorisme. Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto menyebut masyarakat harus menghargai perbedaan.
 
"Intoleransi adalah sikap tidak bersedia menerima kehadiran kelompok lain yang berbeda dari sisi suku, ras, agama dan aliran politik," dalam kuliah umum di Gedung Pusat Robotika ITS, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Adji menuturkan radikalisme bersumber dari pemikiran yang memaksakan perubahan dengan cara ekstrem. Sementara terorisme merupakan gerakan yang dilakukan menggunakan cara bertentangan dengan nalar dan menimbulkan ketakutan umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Intoleransi, radikalisme dan terorisme merupakan potensi-potensi yang setiap kali kini bisa muncul dalam masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah lunturnya semangat kebangsaan di kalangan masyarakat bangsa Indonesia," kata Adji.
 
Menurutnya, kebangsaan dapat mempersatukan warga Indonesia. Dia mengenang sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 saat Soekarno menyatakan kebangsaan merupakan prinsip penting yang menjadi dasar Negara Indonesia.
 
"Upaya yang mengutamakan kebangsaan kini dihadang sikap dan budaya baru imbas globalisasi dan pasar bebas seperti fundamentalisme pasar, kosmopolitanisme, individualisme, anti-pluralisme, tumbuhnya ideologi transnasional," ungkapnya.
 
Dia mengatakan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi, bukan sekadar penuntun tingkah laku semata. Pancasila menurut pendiri bangsa, merupakan cita-cita bangsa yang harus diwujudkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
 
"Upaya mewujudkannya melalui tindakan-tindakan konkret yaitu pembangunan bangsa yang dilaksanakan secara menyeluruh, terencana dan dilakukan bertahap," ujar Adji.
 
Pembangunan bangsa diutamakan pada pembangunan sumber daya manusia seperti pembangunan mental, kompetensi, dan cara berpikir kreatif. Adji meminta peserta kuliah umum mempromosikan Pancasila kepada semua elemen bangsa.
 
"Untuk kepentingan itu maka upaya objektifikasi atas nilai-nilai dalam Pancasila dan aktualisasi nilai-nilainya menjadi penting dan itu menjadi bagian peran dan tugas BPIP," tutupnya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif