Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca Syurkani
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca Syurkani

Jokowi Perlu Agen Harmonisasi

Nasional jokowi
Media Indonesia.com • 08 Oktober 2019 10:48
Jakarta: Presiden Joko Widodo punya pekerjaan rumah yang tersisa, terkait tumpang tindihnya aturan di kementerian dan lembaga. Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, melihat Jokowi perlu membentuk departemen khusus sebagai agen harmonisasi.
 
Dia menyebut lembaga baru itu bisa berada di bawah menteri koordinator. "Di situ fungsi menko karena pasti ada ego kementerian, ego sektoral, nah itu ada wasitnya. Wasitnya itu menko," ujar Ari di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.
 
Menurut Ari, biro nantinya hanya fokus mengecek dan menyelaraskan aturan agar tidak tumpang-tindih. Dia mengkritisi bagaimana Kementerian Hukum dan HAM selama ini selalu mendominasi pembuatan aturan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, skema lahirnya regulasi baiknya tak demikian. Ari menyebut tim harmonisasi bisa bekerja sebagai mesin dari menteri koordinator untuk membentuk kebijakan yang lebih substansial. Karena menurut dia, para koordinator paling memahami hal tersebut.
 
"Menkum dan HAM itu hanya legalitas, tetapi yang lebih substansial itu harus ada di menko. Nanti setelah itu baru ke presiden atau wakil presiden," ujar dia.
 
Sebelumnya, Jokowi mengakui masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun, selama 5 tahun, Kabinet Kerja berhasil menyusun sebuah fondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata.
 
Presiden berharap reformasi struktural bisa lebih masif dilakukan 5 tahun berikutnya. Jokowi juga kembali menekankan pemerintah akan fokus pada pembangunan SDM secara besar-besaran tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang sudah gencar dilakukan.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif