Pendiri MER-C Joserizal. Foto: Dok. MI
Pendiri MER-C Joserizal. Foto: Dok. MI

MER-C: Joserizal Sosok Inspiratif

Nasional obituari
Media Indonesia • 20 Januari 2020 12:40
Jakarta: Pendiri sekaligus Dewan Pembina organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis dikenal sebagai sosok inspiratif. Mendiang Joserizal adalah tipe orang yang peduli saat melihat adanya dilema sosial atau kemanusiaan.
 
"Beliau selalu terusik perasaannya ketika ada bencana, konflik, ketidakadilan dan itu mengundang beliau untuk beraksi sendiri maupun mengajak orang lain," kata Presidium MER-C Arief Rachman saat dihubungi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
 
Arief menyebut terobosan Joserizal di bidang kemanusiaan menjadi magnet dan inspirasi bagi banyak orang. Ide-ide almarhum turut membuat aksi kemanusiaan banyak mengalami perubahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau boleh saya bilang bukan hanya di tataran praktis saja, tapi juga bagaimana mengantarkan visi misi di bidang kesehatan itu menjadi sebuah diplomasi kemanusiaan," ungkapnya.
 
Menurut Arief, Joserizal mampu memediasi sebuah konflik lewat diplomasi kemanusiaan. Langkah itu bahkan bisa dilakukan sebelum ada negosiasi yang sifatnya politis. Joserizal melakukan ini dalam konflik di Gaza, Palestina atau Rohingya, Myanmar, bahkan Poso.
 
"Itu menjadi paradigma baru bagi kami para juniornya untuk bekerja di daerah bencana, apalagi daerah konflik yang sifatnya sosial,” terang Arif.
 
Bagi para juniornya, kata Arief, Joserizal merupakan sosok yang sangat tegas. Semasa hidup, Joserizal selalu menekankan pada rekannya agar menjadi pribadi yang jujur.
 
“Bahasa beliau, kami boleh bandel, boleh nakal, tapi kami tidak boleh cheating. Jujur adalah patokan pertama standar beliau. Jadi kalau kami sudah bisa jujur, yang lainnya mengikuti. Itu yang selalu beliau sampaikan," katanya.
 
Joserizal meninggal akibat sakit jantung yang sudah dideritanya cukup lama. Kondisi Joserizal semakin menurun selama tiga tahun terakhir.
 
“Dua tahun lalu karena fungsi jantungya menurun diputuskan untuk dipasang pacemaker.Akhir Desember mengalami gangguan lagi sehingga keluarga dan kami dari Mer-C memutuskan untuk membawa ke RS Harapan kita tempat beliau biasa kontrol," ujar Arief.
 
Joserizal menjalani perawatan di rumah sakit selama 24 hari dengan kondisi yang naik turun. Joserizal menghembuskan nafas pada Senin, 20 Januari 2020, pukul 00.38 WIB.
 
Jenazah Joserizal disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Cibubur, Bekasi. Kemudian, almarhum disalatkan di Masjid Silaturahim usai zuhur dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
 
Selain rekan dari organisasi MER-C, organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) juga turut hadir dalam pemakaman Joserizal. "Jose adalah bagian dari keluarga FPI,” ujar juru bicara FPI Munarman.
 
Joserizal merupakan dokter spesialis orthopedi (bedah tulang) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Joserizal mendirikan MER-C yang aktif membantu para korban perang, khususnya di bidang media.
 
Dia dikenal sebagai sosok yang tak gentar untuk terjun ke wilayah konflik seperti Poso, Afghanistan, hingga Gaza Palestina.
 

 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif