Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Satgas: Covid-19 Varian Delta Berbahaya

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Satu Tahun Covid-19
Nur Azizah • 17 Juni 2021 18:52
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan mutasi virus covid-19, B1617.2 atau varian delta, berbahaya. Virus ini yang menyebabkan lonjakan kasus di India. 
 
"Virus-virus itu seperti hasil yang didapat dari penelitian ilmiah di berbagai negara tentunya itu virus berbahaya," kata Wiku di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis, 17 Juni 2021.
 
Namun, perlu penelitian lebih lanjut terkait tingkat kebahayaan varian covid-19 itu. Khususnya, ihwal virus yang tersebar di luar episentrum, yakni di luar India. Di Indonesia sedikitnya ditemukan 104 varian delta. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kasus Covid-19 pada Anak di Bawah 18 Tahun Meningkat
 
"Kejadian itu di suatu negara tertentu apakah di negara lain berbahaya juga harus diteliti," ucap Wiku
 
Di sisi lain, dia menyebut covid-19 varian delta bisa dicegah dengan protokol kesehatan. Wiku mengingatkan masyarakat tetap disiplin memakai masker dan menjaga jarak. 
 
"Karena dengan itu, apa pun variannya pasti tidak akan meningkatkan penularan," ucap Wiku
 
Sebanyak 104 varian mutasi asal India ditemukan Indonesia. Sebarannya ialah 20 varian di DKI Jakarta, 75 di Jawa Tengah, dan tiga kasus masing-masing di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatra Selatan. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif