Menag: Perbedaan Politik Jangan Bikin Pecah
Menag Lukman Hakim Saifuddin/ANT/Yudhi Mahatma
Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat mematangkan pemahaman demokrasi. Perbedaan aspirasi politik tak perlu membuat hubungan berbangsa terpecah.

"Jangan sampai mengusik atau membuat hubungan kita sesama saudara sebangsa menjadi pecah," kata Lukman di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 30 April 2018.

Lukman menegaskan perbedaan pilihan politik menjadi hal wajar di negara demokrasi. Publik harus bisa menerima.


"Jadi (perbedaan) aspirasi politik praktis itu jangan sampai membuat kita lalu kemudian saling merendahkan, atau bahkan saling menafikan satu dengan yang lain," jelas Lukman.

Baca: Sandiaga Tegaskan CFD Area Bebas Politik

Lukman geram dengan aksi sejumlah oknum yang mengintimidasi saat car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Ia menegaskan merendahkan warga yang memiliki pilihan politik berbeda seharusnya tak terjadi.

"Tindakan-tindakan melecehkan atau merendahkan apalagi kekerasan terhadap sesama saudara kita, hanya karena perbedaan aspirasi politik praktis, sebaiknya betul-betul harus kita hindari," sesal eks Wakil Ketua MPR itu.

Sebuah video menunjukkan intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, sekelompok orang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja di area car free day.

Baca: Ketua MPR Sesalkan CFD Dinodai Intimidasi

Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.

Sejumlah orang  yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria tersebut sudah mengaku tak dibayar.

Video tersebut juga merekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan warga lain yang sama-sama mengenakan kaus #2019GantiPresiden.



(OJE)