Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Kalla: RS Tak Harus Dipimpin Dokter

Nasional Rumah Sakit
Antara • 10 Juli 2019 13:31
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan direktur sebuah rumah sakit (RS) tidak mutlak harus dipimpin oleh dokter. Kalangan profesional di bidang teknik dan jasa pelayanan atau hospitality juga bisa mendudukinya.
 
"Saya sampaikan ke Bu Menkes (Menteri Kesehatan Nila Moeloek), lain kali rumah sakit juga direkturnya ada insinyurnya supaya bukan semuanya dokter. Kadang-kadang kita semua kalau bukan dokter, tidak sah itu rumah sakit," kata Kalla ketika meresmikan Rumah Sakit Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Menurut dia, dokter hanya berperan sepertiga dari sebuah rumah sakit. Dua per tiga lainnya adalah peran tenaga teknis untuk mengurusi alat kesehatan dan pelaku bisnis hotel atau hospitality.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai apabila tiga peran ini beroperasi secara imbang, RS akan mendapat citra baik di mata masyarakat. RS yang baik memerlukan dokter yang kompeten, peralatan kesehatan memadai, serta pelayanan profesional.
 
JK menjelaskan dokter masa kini tidak bisa hanya bermodalkan stetoskop seperti zaman dulu. Dokter sekarang harus mengikuti perkembangan teknologi yang diimplementasikan dalam alat-alat kesehatan.
 
"Rumah sakit tanpa peralatan kesehatan, maka tidak akan bisa lagi memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat," kata Kalla.
 
Baca: Fasilitas Kesehatan di Tangsel Tetap Beroperasi Selama Ramadan
 
Layanan untuk pasien rawat inap juga tak bisa disepelekan. Kalla mengatakan sebuah rumah sakit perlu diisi tenaga profesional di bidang perhotelan untuk memberikan kenyamanan dan keramahan bagi pasien dan pembesuk.
 
"Perlu juga layanan nonmedis, hospitality-nya. Mulai tadi seperti satpamnya hormat, resepsionis, tempat tidur, menu makan. Itu semua kan prinsip hotel sebenarnya. Kalau dokter yang mengatur seprai kan kurang enak," jelas dia.
 
Ketiga unsur ini harus dimiliki oleh sebuah rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik. "Jadi bisa terdiri dari tiga macam direktur yang latar belakang pendidikannya berbeda-beda. Kalau direktur rumah sakit dokter semua, itu kesalahan," ujar dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif