Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Pembangunan Transportasi Diminta Perlancar Konektivitas

Nasional infrastruktur
Damar Iradat • 10 Desember 2019 18:11
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta pembangunan modernisasi moda transportasi massal dikerjakan berkelanjutan. Ia ingin daerah terkoneksi.
 
"Kita akan meneruskan pembangunan modernisasi moda transportasi massal seperti MRT, LRT dan kereta cepat. Terutama di kota-kota besar agar keseluruhan dari sistem transportasi di kota-kota besar semakin efisien, semakin ramah lingkungan dan terkoneksi secara menyeluruh," kata Jokowi saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur harus difokuskan buat memperlancar konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat. Mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri termasuk di dalamnya UMKM. Sehingga, infrastruktur yang dibangun betul-betul berdampak pada indeks logistic peform serta berdampak pada peningkatan daya saing produk ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi juga meminta pembenahan manajemen rantai pasok konstruksi, mulai dari penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan, material, inovasi teknologi dan pendanaan. Ia mengatakan masih ada gap antara suplai dan permintaan penyiapan material konstruksi.
 
"Misalnya kebutuhan aspal 150 ribu ton baru terpenuhi 70 persen, kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60 persen. Ini artinya kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur," tutur dia.
 
Jokowi melanjutkan,pembiayaan pembangunan infrastruktur tidak mungkin dibiayai seluruhnya oleh APBN. Pemerintah perlu menawarkan model pembiayaan kreatif.
 
"Seperti KPBU, kerja sama pemerintah dan badan usaha. Lalu juga pembiayaan investasi non anggaran pemerintah, PINA," ujar Jokowi.
 
Dia juga mengingatkan proyek-proyek infrastruktur tidak diambil seluruhnya oleh BUMN. Ia ingin ada ruang lebih luas kepada swasta, pengusaha lokal, pengusaha kecil dan menengah terlibat pembangunan infrastruktur.
 
"Saya yakin semangat kolaboratif kita mampu mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur kita," kata dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif