NEWSTICKER
Presiden Joko Widodo (kiri) melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Wisma Atlet Tampung 208 Pasien

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 26 Maret 2020 11:31
Jakarta: Rumah sakit (RS) darurat virus korona (covid-19) di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah menerima 208 pasien. Mereka berasal dari Jakarta dan wilayah penyanggah seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
 
"Hari pertama (Selasa, 24 Maret 2020), kami terima 74 pasien," kata Pangdam Jaya Mayor Jenderal (Mayjen) Eko Margiyono dalam konferensi video di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Di hari kedua, Rabu, 25 Maret 2020, pasien bertambah 104 orang. Kemudian, per Kamis pagi, pasien bertambah 30 menjadi 208 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu, ada yang bertanya bertanya bagaimana cara berobat di sini. Pertama, adalah mandiri. Artinya, dia bisa datang sendiri," imbuh dia.
 
Menurut dia, bila kondisi kesehatan tak memungkinkan untuk datang, pasien bisa menghubungi call center 119. Selain itu, pasien bisa berasal dari rumah sakit rujukan.
 
"Perlu kami sampaikan bahwa pasien yang kami rawat di sini hanya yang memiliki gejala ringan hingga sedang," tambah Margiyono.
 
Pasien yang memiliki gejala berat akan dirujuk ke RS Penyakit Infeksi Sulianti Soeroso atau ES Umum Pusat Persahabatan. Pasalnya, mereka membutuhkan perawatan intensif.
 
Wisma atlet menjadi RS darurat per Senin, 23 Maret 2020, sekitar pukul 17.30 WIB. Fasilitas ini memiliki daya tampung maksimal hingga 24.000 orang, tetapi baru difungsikan untuk 3.000 pasien.
 
Wisma Atlet Tampung 208 Pasien
 
Baca: Wisma Atlet Hanya Rawat ODP dan PDP
 
Wisma Atlet memiliki tujuh tower yang dibagi menjadi tiga zona. Zona hijau di tower satu dikhususkan untuk posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Zona kuning terdiri dari tower dua dan tiga untuk tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat. Zona merah terdiri dari tower empat, lima, dan enam, dan tujuh diperuntukan bagi pasien.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif