Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti berbincang dengan Directors Medcom.id Abdul Kohar (Foto:Dok.Medcom.id)
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti berbincang dengan Directors Medcom.id Abdul Kohar (Foto:Dok.Medcom.id)

Penumpang KRL Mulai Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional PT KCI
Gervin Nathaniel Purba • 22 September 2020 13:00
Jakarta: Para penumpang kereta rel listrik (KRL) dinilai telah disiplin menjalankan protokol kesehatan di lingkungan stasiun dan di dalam kereta. Imbauan yang rutin disampaikan KAI dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dipatuhi oleh masyarakat.
 
"Mereka sudah menggunakan masker dan tertib (dalam) antrean. Kadang-kadang saja di peron berdekat-dekatan. Kami selalu ingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Didiek Hartantyo, pada program Newsmaker Medcom.id.
 
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti juga memiliki pandangan serupa. Saat ini, setiap orang yang datang ke stasiun sudah langsung mencari marka kesehatan yang telah dipasang di setiap stasiun. Marka tersebut berfungsi untuk mengatur jarak dengan orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wiwik, butuh proses dalam membangun kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona (covid-19). Pihaknya rutin melakukan evaluasi dari setiap aturan yang mereka keluarkan sejak awal Maret 2020.
 
"Kami melakuan trial and error. Kami mencoba mengangkut orang dengan satu cara. Begitu tidak sukses karena masih ada banyak kerumunan, kami ubah lagi. Kami evaluasi terus menerus," ujar Wiwik.
 
Pandemi turun memengaruhi jumlah penumpang kereta. Berdasarkan catatan KCI, sebelum pandemi bisa mengangkut 1,2 juta penumpang per hari. Namun sejak pandemi covid-19, jumlah penumpang turun hingga 20 persen, atau sekitar satu juta penumpang per hari.
 
Penumpang KRL Mulai Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Didiek Hartantyo
 
Hal ini juga disebabkan adanya batasan penumpang di setiap gerbong. Saat ini, satu gerbong kereta hanya diisi 74 penumpang. Berbanding jauh dengan sebelumnya yang mencapai 200 orang.
 
Tak hanya membatasi jumlah penumpang, KCI juga rutin melakukan evaluasi. Wiwik menjelaskan pihaknya pernah melakukan beberapa kali perubahan jam operasional kereta demi mencegah terjadinya kerumunan, baik di dalam kereta maupun stasiun.
 
"Dari sisi operasional, kami pernah beroperasi pada pukul 04.00-18.00. Tapi karena ramai kami ubah lagi, menjadi pukul 04.00-22.00. Aman. Lalu, kami ubah lagi menjadi pukul 04.00-18.00," kata Wiwik.
 
Diakui Wiwik, diperlukan tenaga ekstra dalam mengatur penumpang. Kini, yang menjadi fokus KCI ialah tidak mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya, namun mengangkut penumpang sesuai protokol kesehatan.
 
Dalam membangun disiplin penerapan protokol kesehatan, KCI rutin melakukan sosialiasi melalui media sosial, media mainstream, dan grup WhatsApp (WA). Melalui grup WA, KCI merangkul komunitas agar pesan lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat.
 
Dalam lingkungan stasiun dan kereta, KCI juga tidak hentinya mengingatkan kepada masyarakat pentingnya 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). KCI juga telah membangun wastafel tambahan di 80 stasiun agar penumpang rajin mencuci tangan, baik sebelum naik kereta maupun setelah turun dari kereta.
 
Penumpang KRL Mulai Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti
 
"Pengawasan dan perlindungan juga ditujukan kepada petugas kami di garda terdepan, karyawan, dan mananajemen," tutur Wiwik.
 
Dari sisi penggunaan masker, penumpang sudah disiplin. Namun, masih ada saja sejumlah penumpang yang tidak menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah. Masker jenis scuba dan buff masih dipakai penumpang, padahal kini telah dilarang karena tidak maksimal mencegah tetesan droplet.
 
Melihat hal tersebut fokus KCI pada masa PSBB lanjutan ini akan fokus menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan masker yang benar, sesuai anjuran pemerintah. "Kami akan sosialisasikan lagi penggunaan masker yang benar," katanya.
 
Penumpang KRL Mulai Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan
 
KCI akan mengandalkan C-Rangers dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker yang benar.
 
C-Ranger adalah sekelompok milenial PT KCI yang bertugas mengajak seluruh karyawan dan para pengguna KRL menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di lingkungan stasiun maupun di KRL. D
 
C-Rangers diperkenalkan bertepatan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, di Stasiun Tanah Abang, Jakarta.
 
"Upaya ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mengampanyekan 3M," tuturnya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif