Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy - Medcom.id/David Umar Al Faruq
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy - Medcom.id/David Umar Al Faruq

Edukasi Kebencanaan Tak Masuk Mata Pelajaran

Nasional bencana alam
Achmad Zulfikar Fazli • 08 Januari 2019 07:45
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan edukasi kebencanaan tak masuk dalam mata pelajaran. Edukasi itu akan diberikan saat proses belajar mengajar.
 
"Saya tegaskan bahwa itu (pendidikan bencana) tidak akan menjadi mata pelajaran. Ini yang penting, karena kalau nanti tidak saya kunci dulu nanti ribut. Jadi tidak akan menjadi mata pelajaran tetapi menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.
 
Ada tiga masalah kebencanaan yang perlu ditanamkan kepada anak. Yakni pengetahuan dan informasi, hal-hal yang bersifat teknikal, serta simulasi bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini tiga ini bisa kita lihat lebih cocok di mana," ujar dia.
 
Muhadjir menyebut pengetahuan tentang kebencanaan dapat disispkan ke beberapa mata pelajaran, seperti geografi, biologi, dan program pendidikan lain. Untuk teknikal, terang dia, harus diberikan oleh Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB).
 
"Tidak mungkin guru. Kalau harus guru nanti harus mentraining guru lagi, malah repot," ujar dia.
 
(Baca juga: Pemprov Jateng Diminta Beri Edukasi Bencana)
 
Pada simulasi bencana, lanjut Muhadjir, dapat dimasukkan ke ekstrakurikuler Pramuka dan Palang Merah Indonesia. Dengan begitu, simulasi bencana dapat lebih efektif.
 
"Jadi nanti di situ lebih efektif jadi di dalam kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler. Jadi akan kita sebar, tidak jadi mata pelajaran," tutur dia.
 
Muhadjir menargetkan tiga bentuk edukasi tersebut dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru nanti. Sekolah saat ini menggunakan empat modul untuk memberikan pengajaran kepada para siswa.
 
"Sekarang kan empat modulnya sudah ada, sudah dari UNICEF ada dua modul, kemudian dari BNPB juga sudah ada. Anak bisa baca sendiri, bisa guru yang jelaskan, syukur-syukur nanti kita bisa bekerja sama dengan Korps Tim Relawan yang di beberapa daerah, kemudian tentu saja BNPB," jelas dia.
 
(Baca juga:Mitigasi Bencana Perlu Masuk Program Pemerintah Daerah)
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif