Kapal Sabuk Nusantara, Saksi Bisu Tsunami Palu
Kapal Sabuk Nusantara 39 yang terdampar ke daratan akibat gempa dan tsunami di desa Wani, Pantai Barat Donggala, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/Muhamad Adimaja)
Jakarta: Kapal Sabuk Nusantara 39 menjadi saksi bisu detik-detik terjadinya tsunami di Palu pascagempa berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018.

Kapal Sabuk Nusantara dibuat pada 2014 dengan biaya Rp16 miliar. Kapal seberat 500 ton ini terhempas dalam perjalanan saat hendak diantarkan kepada pembeli.

Jona Johanes yang merupakan kapten kapal mengungkapkan saat itu ombak surut tanda tsunami akan datang. Ia bersama 20 awak kapal telah bersiap dan menggunakan jaket pelampung penyelamat.


"Tiba-tiba ada gempa hebat sehingga kapal memantul seperti bola basket. Saya lihat dermaga dan tambatan kapal sudah ambrol," ungkapnya dalam Top News Metro TV, Jumat, 5 Oktober 2018.

Jona mengatakan kapal sempat terombang-ambing dan terhempas naik setinggi 15 meter. Ia mengira kapal akan terpental menabrak dermaga, namun tanpa disadari kapal jatuh ke daratan dan menghantam bangunan-bangunan di Kampung Wina 2 Donggala. 

"Kami teriak Allahu Akbar sambil tidak lepas dari posisi kerja kita masing-masing," tutur kru kapal, Amit.

Amit mengungkapkan seluruh awak kapal telah bersiap dengan kondisi apa pun yang akan terjadi. Termasuk apabila kapal hancur atau terhempas.

"Kondisi kapal memang sudah tidak memungkinkan, tapi bersyukur seluruh awak selamat," pungkasnya. 





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id