Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Pius Erlangga.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Pius Erlangga.

Wapres: ASN Perlu Pelatihan Manajemen Krisis

Nasional bencana alam ASN
Dheri Agriesta • 10 Oktober 2018 00:37
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat membahas hilangnya kendali pemerintah daerah yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami. Kalla menyebut aparatur sipil negara (ASN) perlu mendapatkan pelatihan menghadapi krisis.
 
Orang nomor dua RI itu mencontohkan Provinsi Aceh yang terdampak gempa dan tsunami pada 2004 dan Sulteng pada 2018. Ia menilai pemerintah daerah kerap panik dan tak bisa mengendalikan situasi.
 
"Itu terjadi di Aceh dan Sulteng. Jadi secara umum, oleh karena itu perlu pemerintah sipil dilatih soal krisis. Harus ada manajemen krisis kalau terjadi apa-apa maka ada prosedurnya," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelatihan manajemen krisis ini diharapkan membuat pemerintah daerah lebih awas dalam menghadapi bencana. Sehingga, peristiwa serupa Aceh dan Sulteng tak lagi terulang.
 
Kalla menjelaskan biasanya tentara harus turun tangan dalam tanggap darurat bencana. Ia mencontohkan bencana di Aceh, pemerintah pusat sampai menurunkan tiga menteri untuk membantu pelaksanaan pemerintah daerah.
 
"Jadi pemerintah sendiri harus belajar bagaimana manajemen krisis dilakukan tentara," jelas Kalla.
 
Kalla pun telah meminta Lembaga Administrasi Negara (LAN) membentuk tim untuk mempelajari penyebab hilangnya kendali pemerintah daerah pascabenana. Sehingga, LAN bisa memberikan pelatihan kepada ASN nantinya.
 
"Kan manajemen krisis apabila terjadi, bukan berarti tidak kerja pemerintahnya, tapi manajemennya hilang kendali, saya jelaskan juga itu akibat tidak adanya listrik, BBM, dan telekomunikasi," jelasKalla.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif