Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

BNPB Minta Warga Pesisir Selat Sunda Waspada

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Ilham Pratama Putra • 25 Desember 2018 15:45
Jakarta: Penduduk yang berada di pesisir Selat Sunda diminta waspada. Sebab, Gunung Anak Krakatau kini masuk status waspada level dua.
 
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih erupsi, statusnya waspada level dua. Sudah erupsi sejak Juni 2018. Jadi itu status resminya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta, 25 Desember 2018.
 
Dia mengatakan jarak aman dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau berada di luar radius dua kilometer. Sutopo mengingatkan agar tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar gunung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gunung Anak Krakatau erupsi, menyemburkan batu pijar adalah hal wajar sebagai gunung yang sedang tumbuh. Empat hingga enam meter pertumbuhannya, dalam setahun," ujarnya.
 
Sutopo menyebutkan material dari semburan Gunung Anak Krakatau yang masuk ke laut menjadi pemicu terjadinya longsor bawah laut, hingga menyebabkan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.
 
Baca: Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda jadi 429 Orang
 
Mengingat kondisi yang masih rawan, pada H+3 bencana tsunami Selat Sunda, Sutopo mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar pesisir pantai.
 
"Saya bersama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), merkomendasikan agar masyarkat tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai. Hingga waktu yang belum ditentukan," kata Sutopo.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi