Pengamat: Teroris Bisa Berwujud Apa Saja
Polisi memeriksa badan dan barang bawaan pengunjung yang akan memasuki kantor Polresta Depok, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta: Anggapan bahwa pelaku kejahatan terorisme kerap melibatkan mereka yang berstatus ekonomi menengah ke bawah tampaknya tak selalu benar. 

Pengamat Terorisme Ridlwan Habib menyebut teroris bisa berwujud apa saja. Bahkan tidak terbatas pada latar belakang perekonomian atau keluarga pelaku.

"Kejadian bom di Surabaya membuat kita terhenyak, bahwa ada golongan menengah atas dan dia bisa melakukan serangan. Artinya stereotip (kalangan menengah bawah) harus dihilangkan. Teroris bisa berwujud apa saja," katanya, dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 16 Mei 2018. 


Dari sederet pengungkapan kasus terorisme, terduga teroris juga tak selalu mereka yang bekerja serabutan atau menjalankan wiraswasta kecil-kecilan. Ada teroris bahkan keluarga teroris yang memang hidup berkecukupan namun kadung terpapar paham radikalisme.

Di antara pelaku penyerangan dan aksi teror juga tak selalu hidup dalam lingkungan tertutup dan membatasi aktivitas di tengah masyarakat. Beberapa di antaranya, sebutlah Dita Oeprianto, pengebom salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, justru dikenal baik dan ramah pada warga sekitar.

"Jadi memang tidak semuanya (berperilaku tertutup) beberapa di antara mereka justru dikenal baik oleh masyarakat. Ini artinya mereka dinamis bisa tampil apa saja dan berada di komunitas mana pun," kata Ridlwan.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360