Din Syamsuddin Ragukan Tudingan Masjid Terpapar Radikalisme

Achmad Zulfikar Fazli 11 Juli 2018 17:21 WIB
radikalisme
Din Syamsuddin Ragukan Tudingan Masjid Terpapar Radikalisme
Din Syamsuddin/Medcom.id/Yogi Bayu Aji
Jakarta: Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tak yakin ada 47 masjid di institusi pemerintahan yang mengajarkan radikalisme. Din mempertanyakan penelitian Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang merilis data itu.

"Ya, saya ragukan hasil survei atau penelitian itu ya. Saya belum tahu metodologinya. Apalagi jika dikaitkan dengan lembaga dan institusi," kata Din di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia percaya di sebuah masjid ada mubaligh yang keras menyampaikan isi ceramah. Namun, itu masih itu dapat dimaklumi.


Baca: Penelitian Masjid Harus Hati-Hati

Ia berharap data-data yang digelontorkan disertai bukti maupun fakta. Hal sensitif semacam itu berpotensi menimbulkan ketersinggungan antarumat muslim.

"Tidak hanya pengurus masjid yang dituduhkan itu, tapi bisa merasa 'wah kita ini dituduh sebagai kaum radikal'. Ini yang tidak positif selama ini," tegas Din.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpesan lembaga survei atau penelitian berhati-hati. Apalagi, ia sering mendengar keluhan umat muslim mengenai penelitian tersebut.

Umat Islam, jelas dia, heran mengapa penelitian tersebut hanya di masjid. Sedangkan tempat ibadah lain tidak.

"Dari kalangan umat Islam itu sering curhat, kenapa hanya masjid yang diteliti. Kenapa hanya rumah ibadah orang Islam yang dinyatakan radikal, sementara yang lain tidak. Hal-hal seperti inilah yang harus dijaga," beber Din.

Baca: Wakapolri Bantah ada Masjid Radikal

Tudingan itu pun sudah dibantah Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Komjen Syafruddin. Ia yakin pria yang menjabat Wakapolri itu menyampaikan sesuai  data dan fakta.

Din pun meminta masalah ini tak lagi disebarluaskan. Ia khawatir isu itu hanya menimbulkan kecemasan dan ketegangan. Apalagi, umat muslim menganggap itu tudingan.

"Ini yang secara psikologis tidak positif bagi upaya kita mengembangkan kerukunan dan harmoni. Kalau umat Islam yang besar itu merasa tertuduh, merasa tidak nyaman karena dituduh radikal, ada yang berpendapat, kalau gitu kita radikal saja sekaligus," ucap dia.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id