Tiga Paket Kebijakan Transportasi Asian Games 2018

Muhammad Al Hasan 27 Juni 2018 08:54 WIB
asian games 2018
Tiga Paket Kebijakan Transportasi Asian Games 2018
Foto udara pembangunan infrastruktur Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Patung Pemuda Membangun, Bundaran Senayan, Jakarta, Jumat (3/7). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
Jakarta: Pemerintah akan uji coba paket kebijakan transportasi Asian Games 2018, pada 2 Juli mendatang. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi menjelang ajang internasional di Jakarta.

"Ini bukan bicara Indonesia, tapi international. Bahkan catatan yang penting di Asian Games ini adalah transportasi yang bermasalah. Makanya kita carikan solusi yang terbaik," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono, di Harris Hotel, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Juni 2018.

Adapun pengaturan diatur dalam tiga paket kebijakan. Pertama kebijakan manajemen rekayasa lalulintas. Kebijakan ini merupakan perluasan pengaturan ganjil genap. Akan ada penambahan titik pemberlakukan ganjil genap.


Pengaturan yang semula berlaku di Jalan Gatot Subroto, Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, mulai tanggal 2 Juli 2018 akan diperluas ke, Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan S. Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT Haryono, dan Jalan Metro Pondok Indah.

Perluasan kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Waktu operasionalnya juga diperpanjang menjadi 15 jam per hari.

Kebijakan ganjil genap yang biasa berlaku terbagi dua jam pagi dan jam sore, kini dilebur menjadi 15 jam berlaku setiap hari Senin-Minggu, dari pukul 06.00-21.00 WIB.

Tidak hanya di beberapa ruas jalan raya arteri atau umum, perluasan kebijakan ganjil genap juga diberlakukan untuk lalu lintas di beberapa jalan tol. adapun perubahan itu berupa penambahan.

Untuk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek perluasan ganjil genap akan diterapkan di Pintu Tol Tambun, semula hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Kemudian Penambahan juga dilakukan di Jalan Tol Jagorawi, perluasan peraturan dilakukan di Pintu Tol Dawuan yang semula hanya Pintu Tol Cibubur.

Selain itu untuk kendaraan pribadi diberlakukan pula kebijakan buka-tutup gerbang tol prioritas. Pertama, Pintu tol akan ditutup di gerbang terpadat apabila kecepatan kurang dari 40 km/jam, antrian mencapai 200 meter, V/C ratio lebih dari 1 dan jarak antar gerbang tol berdekatan.

Kedua, setiap harinya penutupan gerbang tol akan dilakukan bervariasi dari pukul 06.00 - 17.00 WIB dan 12.00 - 21.00 WIB. Penutupan akan diprioritaskan untuk rute menuju ke Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun dan Cibubur.

Ketiga, dalam kebijakan ini juga termasuk penyediaan lajur khusus bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus di Tol Dalam Kota, Tol Pelabuhan, Tol Wiyoto Wiyono dan Tol Jagorawi.

Kedua, paket kebijakan penyediaan angkutan umum. Kebijakan ini meliputi penambahan Armada bus TransJakarta menuju ke venue pertandingan sebanyak 76 unit, akan ditambahkan dari existing 294 unit.

Selain itu juga ada disediakan 57 bus dari hotel atau mall ke venue, disediakan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil genap serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata).

Ketiga, paket kebijakan terkait pembatasan lalu lintas angkutan barang. Pembatasan truk saat ini hanya dilakukan di ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan pada pukul 22.00-05.00 WIB, khusus pada masa uji coba pengaturan Lalu Lintas Asian Games nanti akan diperluas ke Tol Tanjung Priok, Tol Cawang-TMII dan Cawang-Cikunir.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id