Menteri KLH Siti Nurbaya saat diskusi bersama kepala daerah. Foto: Istimewa
Menteri KLH Siti Nurbaya saat diskusi bersama kepala daerah. Foto: Istimewa

Kepala Daerah 'Curhat' ke Menteri LHK

Nasional pemerintah daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
M Sholahadhin Azhar • 16 November 2019 10:34
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, membuka sesi 'curhat' bagi kepala daerah. Siti membuka beberapa sesi dengan waktu masing-masing dua jam lebih berdiskusi.
 
"Membicarakan berbagai persoalan berkaitan lingkungan hidup dan kehutanan, yang ada di daerah," kata Siti melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 16 November 2019.
 
Sesi 'curhat' digelar mulai Kamis (15 November 2019) hingga Jumat (16 November 2019). Siti mengambil kesempatan ini karena para kepala daerah masih berkumpul di Jakarta setelah Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mendengarkan langsung, berdiskusi dan mencari solusi bersama berbagai persoalan di tingkat tapak," kata Siti.
 
Gubernur, bupati, wali kota, hingga pejabat eselon I jajaran Kementerian LHK 'tumplek blek' membahas masalah dan hambatan program kerja bidang lingkungan dan kehutanan. Gubernur yang hadir pada kesempatan itu ialah Gubernur Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Gubernur Nusa Tenggara Barat, serta Jambi.
 
Persoalan yang dibahas terkait perencanaan kawasan, tanah objek reforma agraria dari hutan dan Hutan Sosial, konservasi, hutan produksi, dan daya saing industri kehutanan. Selain itu, diskusi juga membahas rehabilitasi hutan dan lahan, pengendalian daerah aliran sungai, kebakaran hutan dan lahan serta gambut, pencemaran dan pemulihan lingkungan, serta soal-soal sampah dan limbah.
 
Menurut Siti, gubernur mendapatkan penjelasan kebijakan teknis dari para Direktur Jenderal lingkup KLHK.Secara khusus , bersama Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, Siti membahas rinci rencana persiapan Ibu Kota Negara.
 
Terutama pada aspek pengamanan kawasan (hutan) dan calon lokasi Ibu Kota. Termasuk dimensi-dimensi lingkungannya dan lingkungan sosial.
 
"Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Saya terus memberi ruang untuk kegiatan seperti ini, karena setiap masalah yang berkaitan dengan kepentingan rakyat hingga ke tingkat tapak, harus kita carikan solusinya bersama-sama," kata Siti.
 
Menurut dia, pertemuan ini akan terus digelar bagi daerah-daerah yang memiliki masalah hutan dan lingkungan. Selanjutnya masih akan terus dilakukan rapat konsultasi teknis fungsional hutan dan lingkungan ini dengan masing-masing gubernur.
 
“Setelah ini sedang disiapkan untuk diskusi detil dan asistensi implementasi kebijakan dengan Gubernur Sumsel, Kalsel, Sumut, Sulsel dan lainnya," kata dia.
 
Pihaknya akan menyiapkan substansi bahasan, sehingga diskusi lanjutan bisa berlangsung produktif. Siti menarget ada diskusi bersama 8 hingga 10 daerah selama dua hari.
 
"Kami siapkan saja untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan kecepatan implementasi. Dengan kebersamaan kita wujudkan Indonesia maju," kata dia.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif