APO Alternate Director Kunjung Masehat. (Foto: Dok. Kemenaker)
APO Alternate Director Kunjung Masehat. (Foto: Dok. Kemenaker)

APO Bahas Dampak Perkembangan Teknologi pada Sektor Kesehatan

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 22 April 2019 18:44
Jakarta: Sebanyak 25 orang delegasi dari 13 negara anggota Association Productivity Organization (APO) membahas efek teknologi pada produktivitas sektor kesehatan. Mereka juga menganalisis kebijakan produktivitas di sektor kesehatan khususnya negara anggota APO.
 
Pembahasan ini dilakukan seiring terjadinya teknologi di era Industri 4.0 yang telah memunculkan fenomena multimedia dan online untuk penegakan produktivitas, terutama di sektor jasa.
 
"Kegiatan ini diselenggarakan untuk membahas efek teknologi pada produktivitas sektor kesehatan dan menganalisis kebijakan produktivitas di sektor kesehatan, khususnya negara anggota APO,“ kata APO Alternate Director Kunjung Masehat, saat membuka acara Training Course on Smart Service and Technology for Health Sector, di Jakarta, Senin, 22 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Training Course on Smart Service and Technology for Health Sector digelar selama lima hari (22-26 April). Turut hadir tiga narasumber profesional, yakni Harnek Singh (Singapura), Hideyuki Ezaki (Jepang), Carlo (Inggris), dan Program Officer Asian Productivity Organization Mr Jun Hoo Kim.
 
Kunjung menjelaskan ada empat bahasan utama dalam pertemuan APO. Pertama, dampak teknologi di sektor pelayanan kesehatan, yakni tentang pemahaman mengenai fenomena industri 4. 0 dan dampaknya terhadap gaya hidup dan kesehatan industri.
 
Kedua, belajar tentang layanan dan teknologi pintar di sektor kesehatan yang efektif dalam merespons fenomena Industri 4. 0.
 
Ketiga, berbagi praktek terbaik tentang layanan cerdas dan teknologi inovatif untuk peningkatan produktivitas sektor kesehatan.
 
Keempat, membahas inisiatif peningkatan produktivitas di sektor kesehatan, dan tren yang baru muncul, dan tren masa depan yang berdampak pada sektor kesehatan di negara-negara anggota APO.
 
"Metode pembelajaran training, yaitu presentasi, berbagi praktek terbaik dan kisah sukses, diskusi kelompok, presentasi rencana aksi individu, serta study banding di UPT Sel Punca, RSCM Universitas Indonesia dan PT Kalbe," kata Kunjung.
 
Melalui pelatihan, peserta juga akan memiliki peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan dan teknologi mutakhir. Selain itu juga mempelajari berbagai informasi tentang tren masa depan dalam layanan dan teknologi untuk peningkatan produktivitas sektor kesehatan.
 
"Kami harap peserta dapat lebih memahami, memperkaya pemikiran-pemikiran, serta langkah-langkah yang akan diimplementasikan dalam mengantisipasi perubahan teknologi Smart Service and Technology For Health Sector, untuk kepentingan kesejahteraan nasional masyarakat Indonesia serta negara anggota lainnya," kata Kunjung yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut.
 
Pada kesempatan itu, Jun Hoo Kim berharap wawasan para peserta training dapat meningkat. Kegiatan ini juga sebagai studi banding bagaimana perkembangan teknologi kesehatan dalam merespons kebutuhan para pasien atau kalangan praktisi kesehatan untuk menangani dalam menyelamatkan kehidupan dengan lebih efektif dan efisien.
 
"Serta menyusun rencana aksi nyata dan penerapannya oleh para peserta masing-masing negara," katanya.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif