Insiden Lion Air Diharap Tak Memengaruhi Citra Penerbangan Indonesia

01 November 2018 09:59 WIB
Lion Air Jatuh
Insiden Lion Air Diharap Tak Memengaruhi Citra Penerbangan Indonesia
Pilot senior Shadrach Nababan. (Foto: Metro TV)
Jakarta: Insiden jatuhnya Lion Air JT610 PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, diharapkan tidak membuat citra keselamatan penerbangan Indonesia menjadi buruk. Pilot senior Shadrach Nababan mengungkapkan peristiwa tersebut menjadi ujian cukup berat bagi Indonesia.

"Kita baru saja naik peringkat mencapai level standar termasuk larangan terbang di sejumlah negara juga telah dicabut. Ini sangat membanggakan. Tetapi dengan kejadian ini mau tidak mau menimbulkan dampak pada pencapaian prestasi kita," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Rabu, 30 Oktober 2018.

Shadrach mengulas tingkat keselamatan penerbangan Indonesia pernah diturunkan kualitasnya lantaran peristiwa kecelakaan Adam Air pada Januari 2007 disusul insiden terbakarnya pesawat Garuda di Yogyakarta. Dua kejadian ini membuat dunia internasional mempertanyakan keselamatan penerbangan Indonesia. 


"Saya harap kejadian ini betul-betul sebatas kasus, tidak menjadi penilaian umum terhadap keselamatan penerbangan kita," ungkapnya. 

Ia mengakui pascainsiden jatuhnya Lion Air JT610 akan ada saja negara yang mengeluarkan travel warning untuk tidak menggunakan maskapai tersebut. Hal itu dianggap biasa dan Indonesia pun bisa melakukannya.

Namun ia berharap penerbitan travel warning tidak memengaruhi kualitas keselamatan penerbangan Indonesia di mata dunia dunia.

"Saya yakin grade kita hanya akan dipengaruhi oleh hasil audit. Mudah-mudahan kita bisa lepas dari ujian ini supaya kita tidak mengalami lagi masa-masa sulit seperti kemarin," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id