Data Antemortem dan Postmortem Bantu Identifikasi Korban JT610

31 Oktober 2018 18:07 WIB
Lion Air Jatuh
Data Antemortem dan Postmortem Bantu Identifikasi Korban JT610
Tim Basarnas mengevakuasi puing dan barang yang diduga milik korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Posko Evakuasi JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Mi?Bary Fathahillah)
Jakarta: Ada beberapa metode identifikasi yang dapat digunakan oleh kepolisian dalam menentukan identitas seseorang yang menjadi korban kecelakaan seperti insiden jatuhnya pesawat. Identifikasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data antemortem dan postmortem.

Antemortem dikumpulkan berdasarkan data-data fisik khas seseorang sebelum meninggal. Misalnya pakaian terakhir yang dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka atau  cacat tubuh. Data ini diperoleh dari orang terdekat seperti keluarga.

Data-data ini kemudian dibandingkan dengan data postmortem yang diperoleh dari identifikasi personal setelah seseorang meninggal. Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi, termasuk pemeriksaan sampel DNA dari darah maupun kuku. 


Riset yang dilakukan Media Research Center mengungkapkan, sama dengan sidik jari data gigi setiap individu berbeda satu sama lain. Pencatatan data gigi dan rahang (odontogram) bisa dilakukan dengan beberapa cara; manual, penggunaan sinar x, dan pencetakan gigi. 

Data ini berisi tentang jumlah gigi, susunan gigi, bentuk, dan ada tidaknya tambalan atau gigi palsu pada tubuh seseorang. Dari data-data inilah identitas seseorang yang menjadi korban kecelakaan dapat diketahui untuk kemudian dicocokkan dengan manifes penumpang yang berada di pesawat saat peristiwa.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id