Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi (Foto:Dok.Kementan)
Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi (Foto:Dok.Kementan)

Peran Kementan dalam Menurunkan Angka Stunting

Nasional berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 13 Desember 2018 22:34
Jakarta: Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, serta penurunan masalah stunting, Kementerian Pertanian (Kementan) berkontribusi dalam penyediaan pangan yang beragam, penyediaan infrastruktur pendukung produksi pangan, mendekatkan akses masyarakat terhadap pangan, serta pemberdayaan kelompok wanita untuk penyediaan pangan dan gizi keluarga.
 
Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi dalam Seminar Nasional Food and Nutrition Security tentang Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 13 Desember 2018.
 
Kontribusi Kementan lainnya ialah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, serta deteksi dini daerah rentan rawan pangan yang berpotensi stunting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada seminar yang bertujuan membuka wawasan tentang program pengentasan stunting di Indonesia, Agung mengatakan, masalah stunting bisa diatasi melalui penyediaan dan konsumsi gizi yang lebih baik bagi masyarakat.
 
"Kita perlu mencontoh Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam meningkatkan konsumsi ikan. Kita perlu mendorong konsumsi sayur, buah, dan daging sebagai upaya peningkatan asupan gizi dan nutrisi," ujar Agung.
 
Sejalan dengan pernyataan Agung, Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Siti Rohma Djalillah menyatakan permasalahan stunting merupakan suatu lingkaran yang tidak dapat diselesaikan setengah-setengah.
 
"Perlu dilakukan sinergi antar program untuk pencapaian penurunan angka stunting di NTB," ujarnya.
 
Upaya yang dilakukan adalah dengan menetapkan target angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat di bawah 10 persen pada 2023. "Meski terdampak gempa beberapa bulan sebelumnya, target ini tetap diupayakan untuk dicapai," kata Siti Rohma.
 
Untuk dapat mengentaskan stunting, salah satu upaya yang diperlukan adalah dengan mewujudkan ketahanan pangan nasional.
 
"Ketahanan pangan nasional harus dimulai dengan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kita harus cermat menentukan kebijakan terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau," ujar Agung.
 
"Jangan sampai mahalnya distribusi menjadi penghambat mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga," kata Agung lagi.
 
Guna mewujudkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, BKP Kementan telah melaksanakan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan ini untuk mengaktifkan 10,3 juta ha lahan pekarangan untuk pemenuhan konsumsi di tingkat rumah tangga. Sepanjang 2010-2018, telah dikembangkan 20.858 kelompok wanita dan melibatkan lebih dari 2,5 juta orang atau 1 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
 
"Ke depannya, kegiatan (KRPL) ini akan kita masifkan melalui program Obor Pangan Lestari (OPAL) yang akan menjadi kekuatan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan keseimbangan nutrisi di Indonesia," kata Agung.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif