Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (ANT/ZABUR KARURU)
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (ANT/ZABUR KARURU)

Maruarar: Kebijakan Pro Rakyat Jangan Ditentang

Nasional presiden jokowi
Dian Ihsan Siregar • 29 Oktober 2018 02:41
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menggratiskan jembatan Suramadu. Kebijakan itu dinilai tepat dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, apalagi kebijakan itu sama sekali tak melanggar aturan.
 
"Kalau ada kebijakan yang bagus dan legal, pemerintah boleh enggak? Boleh. Tidak ada larangan kan. Karena, itu bermanfaat sekali bagi rakyat, tidak ada kaitannya dengan politik. Ini masyarakat akan banyak merasakan. Apakah harus menunggu mau menjelang Pemilu? Tidak sama sekali. Terus kenapa kita harus menunggu?" tegas Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait‎, ditemui dalam acara 'MilenialFest - 90 Tahun Sumpa Pemuda' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Oktober 2018.
 
‎Maruarar menekankan, semua kebijakan Presiden yang sangat bagus, tak perlu menunggu. Apalagi, kebijakan itu sangat bermanfaat bagi khalayak luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua kebijkan presiden, selama tidak melanggar aturan dan konstitusi, jadi lakukan saja. Kamu tidak boleh menunggu untuk kebaikan, kalau semua orang pro dan kontra harus dihormati, berbuat kebaikan kok ada yang kontra, misalnya anggaran kelurahan dan anggaran desa," ungkap Ara biasa dia disapa.
 
Anggaran ‎untuk dana desa, lanjut dia, sudah sangat jelas bermanfaat bagi masyarakat yang ada di desa. Hal itu dikarenakan, mereka masyarakat di desa sangat perlu dana mereka.
 
"Jadi di kota dan desa perlu infrastruktur. Saya pikir tidak boleh adanya diskriminasi antara warga kota dan desa. Kalau memang ada kemampuan sekarang dan kesempatan sekarang, semuanya juga sudah setuju ya harus dilakukan. Pastinya pemerintah punya kebijakan yang terbaik," jelas Ara.
 
Maka dari itu, Ara menambahkan, jangan mengkritisi kebijakan pro rakyat yang dilakukan Jokowi. "Kalau ada yang menentang kebijakan pro rakyat Jokowi akan blunder. Menurut saya, kasih nasihat singkat saja, buat kompetitor pak Jokowi jangan kritisi kebijakan yang pro rakyat, kasihan nanti pak Jokowi makin populer," tukas pria yang kini mengemban amanat menjadi Anggota Komisi XI DPR.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi