Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

KPAI Sebut Banyak Pendidik Salah Mendidik

Nasional kekerasan anak
Cindy • 28 Desember 2018 10:57
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut banyak pendidik yang salah mendidik muridnya. Guru kerap memberikan sanksi fisik kepada muridnya hingga berujung kekerasan.
 
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, kekerasan fisik kerap terjadi dengan alasan untuk menertibkan dan mendidik anak murid yang dianggap nakal.
 
Kasus kekerasan fisik yang kerap terjadi seperti siswa ditampar, dijemur, pushup, situp dan hal di luar kewajaran lainnya. Menurut Retno, kekerasan fisik terhadap anak itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak pendidik yang salah mendidik siswanya dengan kekerasan, bukan mengedepankan reward, penghargaan dan kasih sayang," kata Retno Listyarti di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Retno menegaskan, peserta didik masih berusia anak-anak sehingga jenis hukuman tersebut berpotensi melanggar UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76C.
 
Pasal tersebut berisi 'Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak'.
 
Pelaku dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan atau denda paling banyak Rp72. juta.
 
"Banyak pendidik yang belum memahami UU Perlindungan Anak, sehingga hal ini kerap terjadi atas nama mendidik dan mendisiplinkan," ucap Retno.
 
Baca: Kasus Kekerasan Anak Masih Tinggi
Pihaknya meminta pemerintah menyelenggarakan pelatihan guru dan sosialisasi UU Perlindungan Anak sehingga kekerasan terhadap anak tidak terulang.
 
"Jika ada pelatihan guru maka tak ada lagi guru yang dipukul siswa atau guru menghukum siswa dengan cara kekerasan seperti itu," ungkap Retno.
 
Sepanjang tahun 2018, KPAI mencatat ada 445 kasus yang menyangkut anak-anak dan sebanyak 228 kasus (51,20%) merupakan kekerasan fisik.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi