Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Dok. BNPB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Dok. BNPB

Satgas Covid-19: Tak Ada Alasan Menolak Pelacakan Kontak

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 22 November 2020 15:35
Jakarta: Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan masyarakat tidak bisa menolak pelacakan kontak. Upaya itu guna mendeteksi penyebaran covid-19 agar penanganan bisa dilakukan sejak dini.
 
“Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak pelacakan kontak. Penanganan kesehatan adalah sebuah kerja kemanusiaan,” kata Doni dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 November 2020.
 
Doni menyebut salah satu cara memutus rantai penularan ialah melakukan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan yang tepat kepada pasien tertular. Namun, melakukan pemeriksaan dan pelacakan tak mudah lantaran terjadi penolakan di masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menduga fenomena ini terjadi akibat adanya stigma negatif bagi penderita covid-19 di masyarakat. Padahal, mayoritas penderita covid-19 berhasil sembuh.
 
“Di Indonesia sekarang angka kesembuhan telah menembus 83,9 persen dari kasus aktif, jauh di atas kesembuhan dunia yang di level 69 persen,” papar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.
 
Doni menuturkan pasien dengan kategori ringan memiliki risiko kematian nol persen. Sementara itu, pasien dengan kategori sedang mencapai 2,6 persen, pasien kategori berat 5,5 persen, dan pasien kategori kritis memiliki risiko kematian 67,4 persen.
 
Kategori kritis ialah pasien dengan komplikasi infeksi berat yang mengancam kematian, pneumonia berat, serta gagal oksigenasi dan ventilasi. Doni menyebut tak sedikit pasien memasuki fase kritis karena sebelumnya memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, ginjal, dan gangguan paru.
 
“Penularan covid-19 yang makin cepat diketahui akan memudahkan pasien menjalani pemulihan. Namun bila terlambat, risiko tingkat kematian akan semakin tinggi, apalagi bila pasien juga memiliki penyakit bawaan,” terang Doni.
 
Baca: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 4.360 dalam 24 Jam
 
Pelacakan kontak, kata Doni, adalah upaya memperkecil risiko kematian akibat covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit. Bahkan menjaga pasien tetap dengan gejala ringan agar lebih mudah disembuhkan.
 
“Ini adalah prioritas dokter dan tenaga kesehatan sekarang, apalagi dalam seminggu terakhir tingkat penularan cenderung meningkat,” tutur dia.
 
Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Gintings mengatakan tim pelacak kontak terus bekerja. Mereka bersinggungan langsung dengan pasien covid-19 untuk memutus rantai penularan.
 
“Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota di lapangan bekerja aman dan nyaman dan tidak dicurigai.”
 
Alex mengajak seluruh masyarakat bekerja sama menolong tim pelacak kontak yang sedang bertugas. Caranya dengan tidak resisten saat hendak dilacak.
 
“Tim pelacak kontak adalah sahabat masyarakat yang menolong saya, keluarga, dan sahabat-sahabat semua dari rantai penularan covid-19,” kata Alex.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif