Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani

Kejar Waktu, Basarnas Fokuskan Pencarian Korban dan CVR

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Yurike Budiman • 14 Januari 2021 11:37
Jakarta: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih berupaya melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Memasuki hari keenam pencarian, tim fokus mencari korban dan cockpit voice recorder (CVR).
 
"Fokus pencarian tidak ada diprioritaskan kepada satu objek. Jadi korban dan CVR kita utamakan, termasuk serpihan pesawat," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (MAR) Rasman di Posko SAR Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Tim SAR gabungan yang terlibat dibagi, yakni tim khusus mencari serpihan serta korban, dan tim pencarian CVR. Sebanyak 4.132 personel dikerahkan dalam pencarian ini. Tim terdiri dari anggota Basarnas sebanyak 795 orang dan potensi SAR 3.337 orang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk alat utama (alut) yang dikerahkan, ada sebanyak 54 unit kapal, 18 unit perahu karet berkemudi (RIB), dan pesawat udara 13 unit. Kemudian, 30 unit ambulans serta 18 peralatan lain dalam skala kecil, seperti sea rider, jetski, dan perahu karet.
 
"Kita bagi di dalam tim ini ada yang khusus mencari serpihan, korban, dan juga CVR. Itu mekanisme di dalam pengaturan itu sehingga bisa kita maksimalkan pencarian dan pertolongan," kata Rasman.
 
Baca: Basarnas Mempersempit Area Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ-182
 
Tim SAR juga berlomba dengan waktu untuk menemukan korban Sriwijaya. Mengingat, kondisi jenazah akan sulit dikenali DNA-nya jika sudah terendam air laut terlalu lama.
 
"Ya kemarin, jasad sudah mulai tak utuh, tapi itu nanti tugasnya DVI (disaster victim investigation) untuk melakukan identifikasi, yang jelas semakin lama korban di dalam air DNA-nya semakin kabur, makanya kita berkejaran dengan waktu," kata Rasman.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif