Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Buruh Memohon Presiden Tidak Naikkan Cukai Rokok

Nasional industri rokok tembakau cukai tembakau
Antara • 26 Oktober 2020 18:42
Jakarta: Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) memohon kepada Presiden Joko Widodo tidak menaikkan cukai tembakau secara eksesif pada 2021. Penaikantarif cukai rokok di semua golongan yang dianggap ideal berkisar di bawah 10 persen.
 
Ketua Umum FSP RTMM-SPSI Sudarto juga memohon perlindungan atas hilangnya pekerjaan anggota serikat pekerja industri hasil tembakau (IHT) akibat penaikan cukai eksesif di 2020. Dia berharap permintaan ini didengar sehingga tidak perlu ada unjuk rasa.
 
"Pekerja dan buruh menjadi korban atas banyaknya pabrik yang tutup akibat regulasi dan kebijakan yang tidak adil," ujar Sudarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penerapan Cukai Bikin Industri Hasil Tembakau Makin Babak Belur
 
Dia menyayangkan rencana pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) 13-20 persen pada 2021. Penaikan cukai 2020 dinilai memperburuk kondisi IHT hingga dapat memunculkan pemutusan hubungan kerja (PHK). IHT dinilai bakal lemah akibat turunnya produktivitas dan daya beli pekerja.
 
"Jangan lupakan juga untuk melindungi industri rokok kretek sebagai industri padat karya khas Indonesia, yang paling rentan terhadap efisiensi di IHT," kata Sudarto.
 
Penurunan produksi juga dipengaruhi penyerapan tembakau dari petani tembakau. Kenaikan cukai 2020 dipercaya membuat petani menjerit karena penyerapan industri langsung anjlok 40 persen. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menolak keras rencana pemerintah menaikkan cukai rokok.
 
“Kenaikan cukai rokok sama halnya dengan penyiksaan pemerintah terhadap rakyat khususnya kami petani tembakau,” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI Agus Parmuji.
 
APTI berharap kenaikan cukai 2020 tidak terlalu tinggi, setidaknya tidak lebih dari 5 persen. Agus mengatakan terpuruknya situasi petani tembakau setelah pemerintah menaikkan tarif cukai tembakau harusnya menjadi kajian bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan cukai.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif