Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok 108 Orang

Antara 08 Agustus 2018 08:01 WIB
Gempa Lombok
Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok 108 Orang
Ilustrasi--Warga mencari barang berharga miliknya di antara reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa, Desa Tanjung, Lombok Utara, NTB--MI/Ramdani
Lombok Utara: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Lombok bertambah. Data hingga Selasa pukul 12.00 Wita korban meninggal mencapai 108 orang.

"Sedangkan korban luka-luka sebanyak 134 orang," kata Willem usai rapat koordinasi penanganan gempa Lombok di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa, 7 Agustus 2018.

Ia menyatakan, kemungkinan jumlah korban luka akan mengalami peningkatan. Sebab jumlah pasien cenderung dinamis. "Tadi ada 50 pasien yang sudah dioperasi, dari total 87 pasien yang harus dioperasi. Sementara sisa 37 pasien lainnya sedang menunggu fasilitas untuk operasi tulang terbuka dan tertutup," paparnya.  


Baca: Korban Meninggal Gempa Lombok jadi 105 Orang

Willem mengatakan tantangan pelayanan medis ialah banyak pasien yang masih trauma berada di dalam ruangan. Sehingga mempengaruhi penanganan lebih lanjut. "Di sini pada trauma, pada umumnya saat operasi atau setelah operasi tidak mau di gedung, maunya di rawat di luar," paparnya.

Dia mengatakan saat ini tim operasi gabungan terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan. 

"Pencarian dan penyelamatan korban sedang berlangsung di dua tempat paling parah di Lading-Lading. Di sana ada dua alat berat yang dikerahkan dan di Bangsal juga sedang dilakukan tugas penyelamatan," ungkap Willem.

Dia mengatakan proses pencarian dan pertolongan masih terkendala kurangnya alat-alat berat. Sejauh ini, alat berat yang sudah beroperasi baru dua unit. "Ada tambahan empat ekskavator dari Dinas PU dan satu alat berat dari PT AMNT," ujarnya.

Ia menambahkan semua peralatan akan dikerahkan untuk mempercepat upaya pencarian. Termasuk menggunakan empat anjing pelacak dari kepolisian dan dua anjing pelacak dari Basarnas. Sehingga mempermudah dalam upaya evakuasi warga yang diperkirakan masih tertimbun.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id