Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Molotov Rumah Ketua DPP PKS

Muhammad Al Hasan 08 Agustus 2018 11:41 WIB
teror bom
Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Molotov Rumah Ketua DPP PKS
Rumah Mardani Ali Sera di Bekasi - Medcom.id/Antonio.
Jakarta: Polres Bekasi Kota mengaku kesulitan mengungkapkan kasus pelemparan bom molotov ke rumah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Hingga kini, belum ada titik terang walaupun sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

"Kita bahkan dibantu sama Jepang buat identifikasi untuk mengambil sidik jari di botol. Tapi, saya dengar mereka kesulitan karena botolnya itu terbuat dari benda yang tidak bisa menyerap SGL," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selain itu, dari bukti CCTV pun belum mengarah ke para pelaku. "Ada beberapa CCTV (dianalisis), tapi belum mengarah," tambahnya.


Baca: Empat Orang tak Dikenal Incar Rumah Ketua DPP PKS

Indarto menambahkan sampai saat ini seluruh upaya belum menunjukkan titik terang sampai mengarah kepada pelaku. Polisi masih terus mendalami kasus ini demi mengungkap siapa pelaku pelemparan bom molotov.

"Terakhir Pak Mardani diperiksa, tapi kita melihat keterangan beliau belum terlalu signifikan," ucapnya.

Aksi pelemparan bom molotov ke rumah Mardani itu terjadi pada Kamis, 19 Juli 2018. Dalam kasus tersebut, polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu botol utuh berisi minyak dengan sumbu kain dan satu botol yang ujungnya sudah terbakar.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id