Ilustrasi. Pedagang Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melayani pembeli. Medcom.id/Christian
Ilustrasi. Pedagang Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melayani pembeli. Medcom.id/Christian

3 Peningkat Risiko Penyebaran Covid-19 di Pasar

Nasional Virus Korona
Theofilus Ifan Sucipto • 15 Juli 2020 11:45
Jakarta: Tingkat penyebaran virus korona di pasar DKI Jakarta mencapai 6,8 persen. Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) mendeteksi tiga hal yang membuat potensi penyebaran covid-19 di pasar semakin tinggi.
 
“Sehingga critical sekali pengendalian covid-19 di pasar,” kata Wakil Ketua ILUNI Magister Ilmu Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran UI, Yitro Wilar, dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Tiga hal tersebut, yakni akses masuk pasar, area penjualan cabai dan bawang merah, serta proses transaksi tunai. Akses masuk pasar dan penjualan cabai membuat risiko penyebaran tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan transaksi tunai tingkat risikonya sedang," ujar Yitro.
 
Sebagian pasar, kata Yitro, hanya memiliki satu gerbang untuk masuk dan keluar. Potensi penumpukan orang sangat tinggi dan memudahkan penyebaran virus.
 
Dia mengusulkan pemisahan akses ke meski pasar hanya memiliki satu gerbang. Misalnya, alur masuk melalui jalur kiri, sedangkan alur keluar melalui jalur kanan.
 
Area penjualan cabai dan bawang merah juga membuat risiko penyebaran karena aromanya. Aroma pedas memicu terjadinya bersin atau batuk yang menimbulkan droplet.
 
“Pedagang dan pembeli harus menggunakan pelindung wajah dan meminimalkan tawar-menawar harga,” tutur Yitro.
 
Yitro menyebut transaksi tunai juga cukup riskan jadi penyebaran covid-19. Sebab, kebersihan uang sangat sulit terjamin.
 
“Pengelola pasar harus menyediakan fasilitas cuci tangan di semua sudut pasar,” kata dia.
 
Yitro juga mendorong pembayaran non-tunai. Hal itu dinilai lebih praktis dan mencegah terjadinya tawar-menawar harga.
 
“Karena menawar harga saja bisa 5 sampai 10 menit sendiri. Ini yang ingin kita kurangi,” ucap Yitro.
 

(SUR)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif