Beberapa relawan menggelar aksi bersih sampah pada rangkaian kegiatan World Cleanup Day, Sabtu, 21 September 2019. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Beberapa relawan menggelar aksi bersih sampah pada rangkaian kegiatan World Cleanup Day, Sabtu, 21 September 2019. Foto: AFP/Bay Ismoyo

Indonesia Menuju Hattrick Pimpin Aksi Pembersihan Sampah Sedunia

Nasional peduli lingkungan pengelolaan sampah
Media Indonesia.com • 19 September 2020 21:01
Jakarta: Tahun ini Indonesia berpeluang meraih hattrick atau tiga kali beruntun dalam memimpin aksi pembersihan sampah sedunia atau World Cleanup Day (WCD). Pasalnya, pada 2018 dan 2019, Indonesia menjadi yang terdepan memimpin kegiatan yang diikuti lebih dari 180 negara di dunia ini.
 
"Harapan kami, Indonesia kembali menjadi yang terdepan bagi kegiatan ini di dunia. Sejak dua tahun berturut-turut, Indonesia menjadi negara yang memimpin aksi cleanup terbesar di dunia, disusul Pakistan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, dalam talkshow online Closing Ceremony World Cleanup Day Indonesia 2020, Sabtu, 19 September 2020.
 
Vivien mengatakan lebih dari dua juta relawan telah mengikuti kegiatan WCD. Tahun ini, aksi WCD Indonesia dikhususkan di daerah zona hijau covid-19. Kegiatan WCD meliputi pilah sampah di rumah selama tujuh hari yang dimulai pada 13 hingga 19 September. Kegiatan WCD sendiri berlangsung hingga 27 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampah-sampah yang dikumpulkan akan dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya. Lalu akan dibawa ke fasilitas pengelolaan sampah terdekat secara serentak pada Sabtu, 19 September. Setiap relawan pun harus melaporkan jumlah sampah yang dikumpulkan maksimal pada Minggu, 27 September melalui tautan Pelaporan Hasil Aksi Cleanup dan Pilah Sampah WCD Indonesia 2020," kata dia.
 
Vivien menginginkan aksi pembersihan sampah ini tak sekadar untuk gagah-gagahan. Paling penting, kata dia, adalah upaya bersama menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia.
 
"Jangan sampai sampah hasil cleanup tersebut hanya dikumpulkan dan diangkut ke tempat pemprosesan akhir (TPA). Hal itu bukan menyelesaikan masalah, namun hanya memindahkan masalah," kata dia.
 
Aksi WCD ini, lanjut Vivien, harus dibarengi tindakan lanjutan dengan memilah dan mengumpulkan sampah layak kompos dan layak daur ulang. Ia juga mengingatkan, jangan mengukur keberhasilan aksi WCD dengan peningkatan jumlah sampah yang terkumpul.
 
"Hal itu justru mengindikasikan adanya kegagalan atau mis-management pengelolaan sampah. Ini mengindikasikan kebocoran sampah ke lingkungan semakin tinggi. Sebaliknya, ketika jumlah sampah yang terkumpul semakin sedikit, berarti pengelolaan sampah sudah berjalan baik," jelas dia.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif