Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Beda dengan Pemerintah, Laporcovid-19 Temukan Jumlah Kematian Lebih Besar

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 11 Mei 2020 22:23
Jakarta: Laporcovid-19 menemukan adanya angka kematian akibat covid-19 yang lebih tinggi dari data yang disampaikan pemerintah. Hal tersebut diduga akibat beberapa daerah tidak memasukkan data kematian dari pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).
 
Koalisi warga untuk Laporcovid-19, Irma Hidayana, menjelaskan organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengajurkan untuk memasukan semua data kematian yang memiliki gejala covid-19. Kecuali, sudah terbukti kematian yang bersangkutan tidak disebabkan covid-19.
 
"Jadi ada banyak Kabupaten kota yang tidak cantumkan jumlah atau angka ODP, PDP meninggal dalam situs daerahnya," ujar Irma dalam konferensi virtual, Senin, 11 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mencoba membandingkan data kematian miliknya dengan punya pemerintah dari tujuh provinsi yang dianggap memiliki data lengkap, per Sabtu, 9 Mei 2020. Yakni, Provinsi Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
 
Data milik Laporcovid-19 mencatat kasus kematian terduga covid-19 di Provinsi Banten sebanyak 179 jiwa dan milik pemerintah 54 jiwa. Di Provinsi DIY terdapat 92 jiwa dan pemerintah mencatat tujuh jiwa.
 
Di Provinsi DKI Jakarta terdapat 1.505 jiwa dan data pemerintah mencatat 361 jiwa. Di Provinsi Jawa Barat 346 jiwa dan data pemerintah mencatat 157 jiwa.
 
Kemudian di Provinsi Jawa Tengah terdapat 370 jiwa dan pemerintah mencatat 84 jiwa. Di Provinsi Jawa Timur terdapat 442 jiwa dan pemerintah mencatat 141 jiwa. Lalu, di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat 101 jiwa dan pemerintah mencatat 47 jiwa.
 
Seluruh data kematian diperoleh dari penjumlahan total ODP dan PDP yang meninggal. Kecuali DKI Jakarta yang menggunakan perhitungan khusus, karena tidak memiliki data kematian ODP dan PDP.
 
"Perhitunganya (DKI Jakarta) jumlah pemakaman jenazah dengan protap covid-19 per 8 Mei 2020 dikurang jumlah kematian kasus positif covid-19 per 9 Mei 2020," jelasnya.
 
Baca: Alasan Pemerintah Sebut Kurva Covid-19 Melandai
 
Laporcovid-19 menekankan kelengkapan data kematian akibat covid-19 penting dipublikasikan untuk memantau perkembangan virus ini. Pemerintah diimbau segera melengkapi data kematian PDP, ODP, hingga orang tanpa gejala (OTG) sesuai anjuran WHO.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif