Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penyajian Data Covid-19 Dapat Tiru Sensus Penduduk

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 12 Mei 2020 06:52
Jakarta: Pemerintah disarankan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyajikan data penyebaran virus korona (covid-19). Pasalnya, data yang dimiliki pemerintah dianggap tidak berdasarkan waktu sebenarnya atau real time.
 
Ahli biostatistik Eijkman Oxford Clinical Research Unit, Iqbal Elyazar, menyebut kiprah BPS dalam menyajikan data dalam jumlah besar sudah terbukti dalam sensus penduduk. Sebanyak 260 juta data penduduk Indonesia termuat dalam sistem daring.
 
"Seharusnya data covid-19 bisa menggunakan tekonologi itu (BPS)," kata Iqbal dalam diskusi virtual Laporcovid-19, Senin 12 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, anggota Koalisi Warga untuk Laporcovid-19, Irma Hidayana, menyakini pemerintah dapat menyajikan data secara tepat. Hal ini mengingat sistem Laporcovid-19 dapat memuat data terbaru setiap harinya dari 20 provinsi.
 
"Kita saja bisa menginput secara manual dalam Laporcovid19.org, meski ada selisih 12 jam dari data pemerintah," tutur dia.
 
Dengan dukungan infastruktur tekonologi yang memadai, tidak mustahil pemerintah dapat memberikan data real time. Namun, persoalan terjadi dalam sistem integrasi data di setiap kabupaten/kota hingga provinsi.
 
"Integrasi data dengan wilayah dan instansi itu yang agak susah. Setiap pemerintah daerah, pemerintah provinsi memiliki data tapi belum terintergasi (pusat)," jelas dia.
 
Sementara itu, kasus positif covid-19 di Indonesia terus bertambah. Total ada 14.265 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi covid-19.
 
Penyajian Data Covid-19 Dapat Tiru Sensus Penduduk
 
Baca: 19 Provinsi Tak Alami Penambahan Pasien Positif Covid-19
 
"Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 233 kasus menggunakan sistem PCR (reaksi berantai polimerase) dan tes cepat molekuler," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2020.
 
Jumlah pasien yang sembuh dan sudah diperbolehkan pulang bertambah 183 orang. Pasien yang sudah terbebas dari wabah covid-19 hingga saat ini mencapai 2.881 orang. Sementara itu, kasus meninggal akibat covid-19 bertambah 18 orang menjadi total 991 orang.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif