Penumpang menggunakan kendaraan roda dua turun dari kapal di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 24 Maret 2020. Foto: Antara/Budi Candra Setya
Penumpang menggunakan kendaraan roda dua turun dari kapal di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 24 Maret 2020. Foto: Antara/Budi Candra Setya

Pemudik dengan Sepeda Motor Diprediksi Membeludak

Nasional mudik lebaran Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 26 Maret 2020 12:31
Jakarta: Penghapusan mudik gratis Lebaran 2020 diprediksi memunculkan masalah baru. Sebagian masyarakat diperkirakan tetap mudik di tengah wabah virus korona (covid-19).
 
"Bisa jadi mudik motor akan meningkat," kata pakar transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Djoko Setijowarno, kepada Medcom.id, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Pemerintah diharapkan punya langkah serius untuk mencegah membeludaknya pemudik sepeda motor. Pasalnya, sebagian pemudik ini biasanya memanfaatkan layanan mudik gratis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika sudah menyatakan tidak mudik, tidak piknik, maka mudik motor pun ikut dilarang. Ada kepolisian yang punya wewenang di jalan raya untuk mencegah sejumlah pemudik menggunakan motor. Jangan dibiarkan, justru akan meningkatkan kecelakaan lalu lintas," jelas Djoko.
 
Djoko mengatakan langkah pemerintah mencegah masyarakat pulang kampung belum cukup. Penghapusan mudik gratis dan imbauan tak mudik dinilai belum ampuh.
 
Menurut dia, perlu penyampaian tegas masyarakat benar-benar dilarang untuk mudik. Pelarangan itu juga diiringi dengan sanksi tegas.
 
"Mulai sekarang ketegasan itu dibuat dalam bentuk aturan dan sanksi," tegas Djoko.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, mengimbau masyarakat tak mudik untuk mencegah penularan virus korona. Pemerintah juga menghapus mudik gratis tahun ini.
 
Mudik gratis dinilai kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah pusat yang menyerukan social distancing atau jaga jarak. Kesehatan dan keselamatan warga agar tak terjangkit virus korona menjadi fokus pemerintah.
 
Pemudik dengan Sepeda Motor Diprediksi Membeludak
 
Baca: Polri Siapkan 2 Skenario Mudik 2020
 
Dengan pembatasan ini, Budi meminta masyarakat menggunakan media sosial untuk menjalin silaturahmi pada Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah. Sarana digital bisa dimanfaatkan warga untuk menghapus rasa rindu.
 
"Kita bisa menggunakan WhatsApp, bisa menggunakan video call dengan keluarga," ucap Budi beberapa waktu lalu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif