Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di sebuah rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP)
Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di sebuah rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP)

19 Fakta Terbaru Seputar Virus Korona

Nasional virus korona
Fachri Audhia Hafiez • 26 Januari 2020 03:03
Wuhan: Wabah virus korona yang berasal dari pusat kota Wuhan, Tiongkok, telah menimbulkan kepanikan di sejumlah negara. Virus dengan tipe Novel Coronavirus (nCoV) itu menginfeksi lebih dari 1.200 orang di seluruh dunia.
 
Mengutip Antara yang melansir Reuters, Sabtu, 25 Januari 2020, setidaknya 19 fakta terbaru ditemukan terkait kasus penyebaran virus tersebut. Fakta pertama, hingga 24 Januari 2020, sebanyak 41 orang meninggal di Tiongkok akibat virus korona berdasarkan keterangan Komisi Kesehatan Nasioanal setempat.
 
Kedua, Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang lebih ketat dan lebih terukur untuk menghentikan penyebaran. Ketiga, penyebaran virus yang sebelumnya tidak diketahui, diyakini muncul akhir tahun lalu dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar hewan di Wuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat, sejumlah negara telah melaporan kasus dugaan penyebaran virus korona, yakni Thailand dengan lima kasus, dan Australia dengan empat. Kemudian Singapura, Prancis, Jepang dan Taiwan tiga, Vietnam, Korea Selatan serta Amerika Serikat masing-masing dua, dan Nepal satu laporan.
 
Kelima, World Health Organization (WHO) mengatakan wabah itu merupakan keadaan darurat kesehatan bagi Tiongkok, belum secara global. Keenam, gejala termasuk demam, batuk dan kesulitan bernafas.
 
Ketujuh, para ahli dari Tiongkok mengatakan virus bermutasi dan dapat ditularkan melalui kontak manusia. Kedelapan, mereka yang paling terpengaruh adalah orang tua dan memiliki kondisi kesehatan tidak terlalu baik.
 
Kesembilan, Koalisi untuk Kesiapsiagaan Inovasi menyebut tiga tim peneliti telah mulai bekerja untuk mengembangkan vaksin potensial. Kesepuluh, para ilmuwan berharap untuk menguji vaksin pertama yang mungkin dalam waktu tiga bulan.
 
Sebelas, Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta jiwa, berada di bawah karantina massal yang ketat, dan transportasi kota ditutup, serta penerbangan keluar ditangguhkan. Kedua belas, Tiongkok telah menyarankan orang untuk menghindari keramaian dan lebih dari 10 kota di provinsi pusat Hubei, tempat Wuhan berada, telah menangguhkan beberapa perjalanan.
 
Ketigabelas, Beijing menutup akses wisata ke Kota Terlarang dan membatalkan even besar, termasuk dua pameran kuil Tahun Baru Imlek, dan menutup sebagian Tembok Besar. Keempatbelas, Shanghai Disney Resort dari Walt Disney Co akan ditutup mulai Sabtu.
 
Kelima belas, Hong Kong telah mengumumkan keadaan darurat dan akan memperpanjang penutupan libur sekolah hingga 17 Februari. Kota ini juga membatalkan semua perayaan Tahun Baru Imlek dan kunjungan resmi ke daratan Cina.
 
Keenam belas, Kota Haikou, ibukota provinsi pulau selatan Hainan, memulai pengamatan medis terpusat selama 14 hari untuk wisatawan dari Hubei. Kota Sanya di provinsi itu, tujuan liburan yang populer, telah menutup semua lokasi wisata.
 
Ketujuh belas, Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan pemeriksaan. Kedelapanbelas, saham dan harga minyak mentah turun tajam pada perdagangan Jumat karena investor pindah ke aset safe-haven di tengah kekhawatiran bahwa virus akan membatasi perjalanan dan mengurangi permintaan ekonomi.
 
Terakhir, beberapa ahli percaya virus ini tidak berbahaya seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-03 yang menewaskan hampir 800 orang, dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), yang telah menewaskan lebih dari
700 orang sejak 2012.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif