Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Pengamat: Said Didu Perlu Diselidiki Terkait Dugaan Gratifikasi

Nasional gratifikasi
M Sholahadhin Azhar • 25 Juni 2019 00:33
Jakarta: Beredarnya bukti transaksi dari perusahaan pelat merah ke mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, harus menjadi perhatian. Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyebut kuitansi yang tersebar luas di media sosial itu, butuh klarifikasi.
 
"Ada pihak yang berwenang melakukan proses penyidikan kalau sampai ketahuan ini, dalam hal ini KPK. Minta kejelasan apakah memang ada pemberian terhadap Said Didu, itu bisa KPK masuk," ujar Ray saat dihubungi, Senin, 24 Juni 2019.
 
Menurutnya, ada aturan tentang besaran fee yang bisa diterima Aparatur Sipil Negara (ASN). Ray menghubungkan hal ini dengan besaran dana yang diterima Said saat menjadi Sekjen Kementerian BUMN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ray sendiri kaget karena ada bukti transfer hingga Rp30 juta saat Said mengisi acara perusahaan pelat merah. Padahal aturan terkait honor pembicara bagi ASN punya plafon, dan tak sampai puluhan juta. "Cuma memastikan itu benar, bukan upaya memojokkan seseorang atau dibuat-buat," tukas Ray.
 
Ia berharap penegak hukum tak tinggal diam dan melakukan klarifikasi. "Apakah begitu faktanya atau sebagaimana faktanya, itu yang memang harus diproses secara tegas ya oleh KPK. Tapi kan kita enggak tahu juga yang sesungguhnya apakah cuitannya benar, tapi kuitansinya dibuat-buat, kan kita semua tidak tahu," tutur dia.
 
Baca juga: Diduga Terima Gratifikasi, KPK Diminta Periksa Said Didu
 
Sebelumnya. beredar foto kuitansi pemberian kepada Said Didu kala menjabat sebagai abdi negara di Kementerian BUMN. Foto tersebut diunggah akun Twitter @MeliYatiBekup, Said Didu diduga menerima fee dari sejumlah perusahaan persero, yakni PT Djakarta Llyod (Persero) sebesar Rp15 juta, PT Semen Batu Raja (Persero) sebesar Rp30 juta, dan PT Pertamina Lubricants sebesar Rp25 juta.
 
Selain itu, Said Didu juga menerima fee dari PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp30 juta. Kemudian PT Semen Tonasa (Persero) sebesar Rp7,5 juta, Perum Perhutani sebesar Rp30 juta, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar Rp6,6 juta.
 
Berdasarkan keterangan dalam foto bukti transfer, Said Didu menerima fee usai menjadi pembicara dalam workshop dan leadership endurance test pada 2017 hingga 2018.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif