Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto Antara Hafidz Mubarak
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto Antara Hafidz Mubarak

Penghalangan Pencopotan Kain Hitam di KPK Dikecam

Nasional kpk
Kautsar Widya Prabowo • 14 September 2019 09:03
Jakarta: Kelompok masyarakat Himpunan Aktivis Milenial (Ham) Indonesia mengecam oknum lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menghalangi pencopotan kain hitam logo KPK. Hal tersebut terjadi saat Ham menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK.
 
"Mendesak segera menurunkan kain hitam yang menutupi logo KPK sebagai simbol negara. Bila tuntutan tersebut tidak segera dipenuhi, Ham akan kembali melakukan aksi di depan Gedung KPK dengan jumlah massa lebih banyak," kata Koordinator Nasional Ham Indonesia Asep Irama kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Ham Indonesia terlibat bentrok lantaran dihalangi oleh petugas ketika hendak mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK dan berusaha untuk menemui pimpinan KPK sore tadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asep menjelaskan, massa awalnya meminta baik-baik agar mencopot kain hitam yang ada di logo KPK. Namun, permintaan itu tidak diindahkan oleh para wadah pegawai KPK dan aparat kepolisian.
 
Sehingga ia mengutus 10 perwakilannya untuk mencopot kain hitam itu. Namun ia menampik jika perwakilannya merupakan penyusup.
 
"Ham meminta secara baik-baik kepada pihak KPK untuk menurunkan kain hitam yang menutupi logo KPK tersebut," papar Asep.
 
Menurut Asep, dengan adanya aksi penutupan kain hitam di logo KPK itu, wadah pegawai telah melakukan pelanggaran etik. Mengingat, KPK adalah lembaga negara milik dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.
 
"Pasalnya, dalam hemat kami, sebagai lembaga pemerintah yang dibiayai oleh rakyat, Wadah Pegawai KPK tidak berhak 'mensabotase' KPK dengan menutupi atribut lembaga rakyat tersebut," ujar Asep.
 
Dengan adanya kericuhan itu, Ham Indonesia mengutuk keras adanya aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum pegawai KPK. Lalu, mereka meminta agar KPK bertanggung jawab atas bentrokan yang terjadi.
 
"Ham akan menempuh jalur hukum dan meminta polisi menangkap aknum KPK yang merusuh, memprovokasi, melakukan aksi kekerasan.
 
Lebih lanjut, pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakan keadilan atas kejadian tersebut. "Meminta pihak kepolisian untuk menyita rekaman kamera CCTV di Gedung KPK sebagai unjuk bukti premanisme oknum KPK,"pungkasnya.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif