Jaksa Agung HM Prasetyo. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen
Jaksa Agung HM Prasetyo. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen

Kenaikan Anggaran Kejaksaan Agung Dinilai Wajar

Nasional kejaksaan agung
Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2019 07:50
Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo mengklarifikasi kenaikan anggaran yang diajukan Kejaksaan Agung untuk 2020. Menurut dia, hal itu wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang memang terus meningkat.
 
"Anggaran secara keseluruhan kejaksaan memang perlu ditambah, tidak spesifik untuk (kasus) Hak Asasi Manusia," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 13 September 2019.
 
Dia menampik anggapan pihaknya meminta tambahan anggaran, hanya untuk penanganan pelanggaran HAM berat. Memang hal itu menjadi salah satu unsur, namun peningkatan anggaran karena ada penyesuaian kebutuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prasetyo lantas menyinggung kritik DPR soal mogoknya pengusutan pelanggaran HAM berat. Menurut dia, kendala penyelesaian bukan dari Kejaksaan Agung.
 
Sebab pihaknya dalam posisi melanjutkan hasil penyelidikan Komisi Nasional HAM. Namun hasil penyelidikan itu dinilai belum lengkap. Maka pihaknya tak bisa melangkahi hal tersebut dan harus menunggu.
 
"Jaksa kami mengatakan hasil penyelidikan Komnas HAM belum memenuhi syarat untuk diajukan ke penyidikan, mau apa lagi, masa mau dipaksakan? Kita lihat faktanya saja," ucap Prasetyo.
 
Sebanyak 10 penyelidikan pelanggaraan HAM berat yang belum ditindaklanjuti Jaksa Agung diantaranya, penembakan mahasiswa Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, dan peristiwa Mei 1998. Kemudian peristiwa Talangsari, kasus Wamena, peristiwa Wasior, peristiwa Jambu Keupok, peristiwa Simpang KKA dan Rumoh Geudong.
 
Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR Selasa, 3 September 2019, Wakil Jaksa Agung Arminsyah meminta kenaikan anggaran untuk program penanganan dan penyelesaian perkara pidana khusus, pelanggaran HAM berat dan perkara tindak pidana korupsi sebesar. Total permintaan anggaran itu sejumlah Rp285,677 miliar.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif