Ketersediaan buku bacaan di Indonesia belum menjangkau hingga ke pelosok daerah (Foto:MI/Rommy Pujianto)
Ketersediaan buku bacaan di Indonesia belum menjangkau hingga ke pelosok daerah (Foto:MI/Rommy Pujianto)

Mengatasi Kelangkaan Buku dengan Perpustakaan Digital

Nasional berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 14 Mei 2019 11:50
Jakarta: Ketersediaan buku bacaan di Indonesia belum menjangkau hingga ke pelosok daerah. Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menyebutkan digitalisasi atau e-Library bisa menjadi solusi persoalan tersebut.
 
Marlinda mengatakan, dengan e-Library pemerintah tidak harus mengirimkan buku secara fisik. Melainkan berbentuk buku digital.
 
"Kami menerima keluhan dari beberapa sekolah dan kampus terkait kekurangan buku yang ada di perpustakaannya. Masalah itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Medan, Sumatera Utara, saja, namun juga di beberapa daerah lainnya di Indonesia," kata Linda, begitu Marlinda biasa disapa, usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Golkar itu menyarankan pemerintah menganggarkan program digitalisasi bagi setiap daerah. Guna mendukung program digitalisasi, jaringan internet perlu disediakan.
 
"Bagaimanapun juga, WiFi dan koneksi internet menjadi salah satu kekuatan untuk menyejahterakan rakyat. Dengan begitu, masyarakat yang berada di desa tidak harus datang ke kota untuk bisa mendapatkan buku," katanya.
 
Selain digitalisasi, legislator dapil Jawa Tengah X itu juga meminta pemerintah untuk menambah perpustakaan keliling. Dia menilai langkah itu sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.
 
"Dengan kata lain, sekarang modelnya buku yang mendatangi masyarakat. Bukan hanya masyarakat yang mendatangi buku atau perpustakaan," kata Linda.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif