Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Presiden Minta Kasus Stunting dan Angka Kematian Ibu Dituntaskan

Nasional stunting
Dheri Agriesta • 12 Februari 2019 13:28
Tangerang: Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah, kepala dinas dari kabupaten, kota, dan provinsi berkonsentrasi mengentaskan kasus stunting, angka kematian ibu. Sebab, Indonesia sulit bersaing dengan negara lain jika masih ada sumber daya manusia yang menderita stunting.
 
"Kalau di kabupaten atau kota, provinsi, masih ada stunting, kejar lalu selesaikan," kata Jokowi di rapat kerja nasional Kementerian Kesehatan di ICE BSD, Tangerang, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Jokowi mengatakan, negara lain sudah berbicara tentang teknologi mutakhir seperti artificiall intelligence (AI), virtual reality, big data, dan internet. Sementara Indonesia masih berurusan dengan kasus-kasus yang bersifat dasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai negara lain sudah berbicara AI, virtual reality, internet of things, big data, bitcoin, tapi kita berbicara stunting saja belum selesai. Urusan AKI belum rampung. Bagaimana negara ini akan bersaing, berkompetisi. Hal dasar seperti ini harus kita selesaikan terlebih dahulu," kata Jokowi.
 
Baca: Stunting Berpotensi Merugikan Negara Rp300 Triliun per Tahun
 
Jokowi bersyukur kasu stunting dan angka kematian ibu terus menurun. Pada 2014, terdapat 37 persen kasus stunting di Indonesia dan kini turun menjadi 30 persen.
 
Pemerintah optimistis bisa menekan kasus stunting di Indonesia. Jokowi berharap angka kasus stunting bisa turun menjadi 10 persen bahkan habis.
 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi