Dokter Dede Ropiah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Dokter Dede Ropiah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Selamat dari Terjangan Tsunami Setelah Menuruti Sang Ibu

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Fachri Audhia Hafiez • 26 Desember 2018 08:00
Jakarta: Dede Ropiah, 30, dokter yang menangani korban Tsunami Selat Sunda berbagi cerita saat menangani salah satu korban. Dia tersentuh dengan cerita seorang remaja lelaki yang ditolong oleh dirinya itu.

Sayangnya, dia tak ingat remaja yang diberikan pertolongan itu. Dia hanya ingat remaja itu merupakan tamu dari kegiatan karyawan PT PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

"Waktu lagi dibersihin (lukanya) dia ngomong 'dokter saya boleh cerita enggak', kenapa cerita saja," kata Dede kepada Medcom.id di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa, 25 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Dia bilang 'ini aku selamat mungkin karena nurut sama orang tua'," lanjut Dede menirukan ucapan remaja itu. Sesaat sebelum terjadi tsunami, Sang ibu meminta anaknya mengantarkan dirinya ke toilet. Lantas, remaja itu menuruti.

Tuhan menunjukkan kuasanya. Saat remaja itu menunggu sang ibu, tsunami dahsyat dalam hitungan detik menerjang keduanya.

"Habis mamahnya masuk kamar mandi airnya datang, terus katanya 'saya kan enggak tahu harus gimana dok. Saya enggak bisa berenang terus saya kayak bisa renang terus kena pohon-pohon'. Dia bisa gapai pohon dan bisa ngambang," tutur Dede.

Remaja itu menderita luka robek di bagian kepala dan wajah. Sementara itu, badan memar akibat benturan.

Dede juga tidak mengetahui nasib dari sang ibu remaja itu. Pertemuan dengan remaja itu juga relatif singkat.

"Kan dia paling depan, saya cari kan mana ya tuh bocah. Pas saya cari dia cuma melambai tangan saja gitu," kata Dede dengan mata berkaca-kaca.

"Dia sudah ganti baju saat sudah ditangani. Yaudah saya tahu dia masih ada, dan bertahan. Saya menangani pasien lain dan saya lihat sudah enggak ada lagi. Sudah dievakuasi ke PLTU sepertinya ya," sambung Dede.

Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Hingga Selasa, 25 Desember 2018 pukul 13.00 tercatat 429 orang meninggal dunia, 1.485 orang luka-luka.

Sebanyak 154 orang masih dinyatakan hilang serta 16.802 orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Keseluruhan korban berasal dari lima kabupaten terdampak bencana, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerugian materi meliputi 882 unit rumah rusak, 73 penginapan berupa hotel dan vila rusak, dan 60 warung rusak.

Sebanyak 434 perahu kapal rusak, 24 kendaraan roda 2 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak.


(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi