Wapres Pastikan Tanggap Darurat di Sulsel Tetap Berjalan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom/Desi Anggraini.
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan tanggap darurat di Sulawesi Tengah tetap berjalan. Pemerintah hanya mengakhiri masa evakuasi korban pada 11 Oktober.
 
"Jangan lihat tanggap darurat itu hanya evakuasi, tanggap darurat itu evakuasi, layanan kesehatan, makanan, dan juga shelter tempat tinggal," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Oktober 2018.
 
Kalla mengatakan evakuasi merupakan tanggung jawab Badan SAR Nasional (Basarnas). Biasanya, evakuasi hanya dilakukan selama tujuh hari. Karena, setelah itu kemungkinan korban masih tetap hidup sangat kecil.
 
"Kecuali ada mukjizat, sehingga perlu dihentikan evakuasinya, tapi layanan tanggap darurat tetap jalan," kata dia.
 
Kalla membuka kemungkinan penambahan massa tanggap darurat. Ia tak memastikan berapa lama penambahan waktu tersebut. "(Bisa saja sampai) dua bulan, yang dihentikan itu evakuasinya," kata dia.

Baca: Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulteng Aman

Keputusan pemerintah menghentikan massa evakuasi menuai pro dan kontra. Terutama beberapa masyarakat yang masih kehilangan keluarga karena fenomena likuefaksi di Petobo dan Balaroa. Tapi, Kalla menyebut kemungkinan adanya korban yang masih hidup sangat kecil.
 
"Maka kalau dihentikan ya dipasrahkan untuk dikuburkan," kata Kalla.
 
Daerah Petobo dan Balaroa akan dijadikan pemakaman massal. Kalla menegaskan wilayah itu tak bisa lagi ditinggali karena struktur tanah yang tidak stabil.
 
Namun, Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini menjamin, pemerintah masih akan terus memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan di Palu, Donggala, dan Sigi. "Tetap jalan ini, yang berhenti itu hanya evakuasi yang meninggal," jelas Kalla.
 




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id