Petisi Amnesti Nuril Segera Disampaikan ke Presiden

Kautsar Widya Prabowo 19 November 2018 15:10 WIB
pelecehan seksual
Petisi Amnesti Nuril Segera Disampaikan ke Presiden
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Dimensi Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Jakarta: Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Dimensi Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin memastikan petisi terkait kasus Baiq Nuril akan segera ditelaah. Nantinya, tim akan memberi masukan pada Presiden Joko Widodo. 

"Ini akan dibahas oleh teman-teman deputi yang menangani masalah hukum dan HAM, termasuk masalah amnesti," ujar Ngabalin di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Senin, 19 November 2018.

Dia memastikan proses itu tidak akan lama. Selanjutnya, tim memberikan masukan pada Presiden. 


Politikus Partai Golkar itu yakin Jokowi bakal mempertimbangkan masukan tim. "Saya percaya bahwa pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden akan memberikan tanggapan, akan memberikan pandangan terkait apa yang disampaikan dan diusulkan kepada kami di Kantor Staff Kepresidenan," imbuh dia. 

Baca juga: Petisi Amnesti untuk Nuril Diserahkan ke Istana

Sebelumnya petisi yang meminta Presiden Jokowi mengeluarkan amnesti pada Baiq Nuril diserahkan pada tim kepresidenan. Petisi lewat lama change.org itu ditandatangani 80 ribu orang. 

Penggagas petisi, Erasmus Napitupulu berharap Jokowi mempertimbangkan petisi itu. Dia bilang ini bukan bagian intervensi Presiden pada hukum. 

"Bapak Presiden masyarakat Indonesia membutuhkan gambaran kecil yang nyata. Ibu Baiq Nuril membutuhkan perlindungan sebagai korban pelecehan seksual, bukan pemidanaan," tutur Erasmus.

Baiq Nuril diputuskan bersalah menyebarkan rekaman asusila yang dilakukan Kepala SMA 7 Mataram, NTB kepada dirinya. Mahkamah Agung memutuskan Nuril dihukum 6 bulan penjara denda Rp500 juta.



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id