Presiden Joko Widodo (Jokowi). MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo (Jokowi). MI/Ramdani

Jokowi Semringah Harga Gabah Membaik

Nasional Beras pangan presiden joko widodo Impor Beras
Nur Azizah • 21 April 2021 14:05
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahagia harga gabah merangkak naik dari Rp3.000 pada akhir 2020 menjadi Rp4.200. Kenaikan harga ini diyakini berdampak baik pada ekonomi petani.
 
"Saya senang sekali. Yang paling penting itu harga gabahnya. Kemarin saya dengar harga gabah jatuh, sedih juga kita," kata Jokowi saat meninjau panen padi di Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 21 April 2021.
 
Jokowi mengatakan harga gabah anjlok lantaran isu impor beras berembus kencang. Walau tak menampik rencana impor tersebut, Jokowi menegaskan pemerintah telah menghentikan impor hingga Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada dari kementerian yang memang rencana impor, tapi itu karena apa? Kita khawatir nanti ada gagal panen. Lalu, (panen) banyak apa tidak (hasil) produksinya," kata Jokowi.
 
Baca: Presiden Tinjau Panen Padi di Indramayu
 
Kekhawatiran soal kondisi panen membuat pemerintah mengkaji kebijakan impor beras. Namun, pria kelahiran Solo ini memastikan rencana impor melewati perhitungan. Termasuk mempertimbangkan stok beras di Perum Bulog.
 
"Waktu itu di Desember sampai Januari kan banjir. Nah, nanti (khawatir) banjirnya pengaruhnya seperti apa, sehingga ya sudah, tanda tangan dulu," cerita Jokowi.
 
Namun, kekhawatiran itu tak terjadi. Karena itu, pemerintah menghentikan impor beras untuk sementara. Jokowi tak mau kebijakan impor justru mencekik ekonomi petani lokal.
 
"Ini mau panen, enggak usah impor. Coba kalo pas panen (pemerintah) impor. Gabah bisa Rp3.000," ucap dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif