Ilustrasi guru honorer. Foto: Istimewa.
Ilustrasi guru honorer. Foto: Istimewa.

Kemendikbud Susun Upah Layak Guru Honorer

Nasional Guru Honorer
Intan Yunelia • 18 November 2019 02:40
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggodok skema besaran upah gaji guru honorer yang layak. Hal itu wujud komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru.
 
"Saat ini kami sedang menggodok kebijakan bagaimana guru honorer bisa mendapat upah yang layak," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ade Erlangga dilansir Antara, Minggu, 17 November 2019.
 
Kesejahteraan guru honorer salah satu yang menjadi fokus perhatian pemerintah. Meskipun gaji guru honorer belum bisa disamakan dengan pegawai negeri sipil atau aparat pemerintah lainnya yang sudah sangat layak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada guru honorer ini. Karena peran mereka bersentuhan langsung dengan nasib bangsa ini," ujar Ade.
 
Pemerintah juga sedang menggodok kebijakan dalam meningkatkan kualitas guru tersebut. Mulai dari kebijakan tentang guru, kemahasiswaan dan siswa dari tingkat PAUD hingga SMA.
 
"Kami sangat menekankan kualitas guru dan pendidikan dasar hingga tingkat atas. Kebijakan apa yang sudah bagus akan tetap dijalankan," ujarnya.
 
Setiap tahunnya ada sekitar 50 ribu hingga 70 ribu guru yang pensiun. Sedangkan penerimaan tenaga guru kuotanya sangat terbatas sehingga pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan anggaran untuk pendidikan meski dengan keterbatasan, dengan catatan porsi pembangunan harus ditingkatkan.
 
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini sudah menyalurkan dana pendidikan melalui DAK dan DAU untuk para guru. Sedangkan untuk operasional yang dilakukan daerah ada dana BOS dan unit belajar dana DAK sedangkan rehabilitas sekolah sudah dikelola Kementerian PUPR.
 
"Kami mengimbau agar pemda sama-sama meningkatkan anggaran daerah untuk pendidikan karena pendidikan adalah investasi yang harus diperhatikan. Pemda juga harus paham bahwa pendidikan itu tidak gratis," pungkasnya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif