Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mundur dari jabatannya usai ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/ama.
Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mundur dari jabatannya usai ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Harta Wamen BUMN Budi Gunadi Rp143 Miliar

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Fachri Audhia Hafiez • 25 Oktober 2019 16:37
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero, Budi Gunadi Sadikin, resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia tercatat memiliki kekayaan Rp143.848.457.242.
 
Data tersebut termuat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang Budi laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 1 April 2019. LHKPN dibuat saat masih menjabat sebagai Dirut di perusahaan pelat merah tersebut.
 
Kekayaaan Budi tersebut terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta tak bergerak Budi terdiri tanah dan bangunan dengan total Rp70 miliar. Mayoritas tanah dan bangunan itu berada di Jakarta Selatan, Bekasi dan Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan harta bergerak Budi tercatat senilai Rp1,275 miliar. Harta itu berupa mobil Toyota Alphard Minibus tahun 2010 senilai Rp250 juta; mobil Mercedes Benz E 300 Sedan tahun 2012 senilai Rp500 juta; mobil Mini Cooper Sedan tahun 2012 senilai Rp350 juta dan mobil Mazda 2 All New Skyactiv tahun 2015 senilai Rp175 juta.
 
Budi juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp3.030.000.000, surat berharga Rp63.951.129.355 serta kas dan setara kas sebanyak Rp5.592.327.887.
 
Budi sejatinya bakal berkolaborasi dengan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri Persero Tbk Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) yang juga didapuk sebagai Wamen BUMN. Tiko tercatat memiliki harta kekayaan sejumlah Rp57.029.364.501 yang dilaporkan 29 Maret 2019.
 
Budi dan Tiko telah menyatakan mundur dari posisi Dirut pelat merah tersebut. Surat pengunduran diri telah dilayangkan hari ini.
 
"Hari ini pasti saya akan mengundurkan diri, nanti akan dilakukan RUPS-LB," kata Tiko di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Budi juga telah memastikan pengunduran diri tersebut. Proses pengunduran diri Budi lebih gampang dari Tiko, lantaran bukan merupakan perusahaan terbuka.
 
"Jadi harusnya lebih gampang," ucap Budi.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif