Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kapolri Ingatkan Pentingnya Integritas Kepemimpinan

Deny Irwanto • 21 September 2022 19:48
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut institusinya mempunyai komitmen untuk melakukan reformasi budaya organisasi. Sigit menegaskan pemimpin harus bisa menghadirkan perubahan ke arah lebih baik.
 
"Ada dua kata kunci yaitu integritas kepemimpinan dan reformasi budaya organisasi. Integritas kepimpinan merupakan indikator kuat mereformasi budaya organisasi. Sehingga seluruh anggota polisi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Reformasi budaya harus dimulai dari kepalanya baru menjalar ke ekornya," kata Listyo di Jakarta, Rabu, 21 September 2022.
 
Baca: Wapres: Reformasi Polri Harus Dimulai dari Proses Rekrutmen

Listyo mengatakan hal tersebut saat Seminar Sekolah Sespimti Dikreg ke-31 dan Sespimen Dikreg ke 62 TA 2022 di Gedung The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, 
 
Seminar dilaksanakan usai peserta didik melakukan pendidikannya selama 7 bulan dengan diikuti peserta didik Sespimti sebanyak 121 orang terdiri dari 76 anggota Polri, 43 prajurit TNI, 1 peserta didik Kejaksaan Agung dan 1 peserta didik Kemenkumham RI. Sedangkan Peserta didik Sespimmen sebanyak 225 orang terdiri dari 193 anggota Polri, 30 prajurit TNI dan 2 peserta didik mancanegara (Malaysia dan Filipina). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Listyo menjelaskan kehadiran Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan pejabat negara lainnnya dalam seminar ini merupakan wujud dukungan pemerintah kepada Polri untuk semakin menguatkan integritas kepemimpinan, mendorong budaya organisasi serta membangun soliditas internal dan sinergitas eksternal.
 
Menurut dia Polri harus semakin mampu berkembang dan adaptif dalam mengatasi tantangan keamanan, mengawal kebijakan, dan program pemerintah serta menguatkan kepercayaan masyarakat.
 
"Dinamika tantangan lingkungan strategis untuk mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri. Berurusan kuat dengan berbagai lompatan perubahan yang penuh dengan ketidakpastian dan kompleksitas," jelasnya.
 
Sigit kembali mengatakan pada saat pandemi covid-19 belum bisa dikatakan usai, pemerintah berfokus pada menjaga stabilitas negara pada seluruh sektor, baik makro maupun mikro. Juga disertai dengan meredam berbagai gejolak yang terdampak oleh krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan ditingkat global. 
 
"Dalam kurun waktu 24 hari terakhir, kebijakan bidang ekonomi berupa penyesuaian harga BBM untuk pemanfaatan subsidi energi yang tepat sasaran dan juga isu-isu keamanan seluruh daerah, sehingga harus dikelola dengan baik," ungkap Gatot.
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif