Peralatan band yang digunakan grup Seventeen yang rusak berat akibat empasan tsunami di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12/2018). Foto: MI/Susanto
Peralatan band yang digunakan grup Seventeen yang rusak berat akibat empasan tsunami di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12/2018). Foto: MI/Susanto

Tanjung Lesung Merugi Rp150 Miliar Akibat Tsunami

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Desember 2018 16:02
Jakarta: Petinggi PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono memperkirakan kerugian yang dialami PT Banten West Java, anak perusahaan PT Jababeka, yang mengelola kawasan Tanjung Lesung, mencapai Rp150 miliar. Kerugian diakibatkan bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung pada Sabtu, 22 Desember 2018.
 
“Mesti dibangun kembali gedung-gedung. Semua (kerugian) mungkin Rp150 miliar,” ujar Darmono saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Senin 24 Desember 2018.
 
Jumlah ini merupakan angka yang bisa diklaim Banten West Java kepada asuransi atas kerusakan gedung di Tanjung Lesung. Darmono menjelaskan kerusakan gedung yang dialami mencapai 30 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“(Gedung) yang 70 persennya bisa dibersihkan, bisa diperbaiki lagi. Tapi itu baru pandangan mata, belum dihitung detail,” bebernya.
 
PT Banten West Java memiliki lima hotel di Tanjung Lesung dengan total ada sebanyak 250 kamar. Darmono optimistis wisatawan masih akan banyak melancong ke ujung barat pulau Jawa ini.
 
“Ya, jalan terus (pengembangannya) karena dengan adanya hal ini (tsunami) kita harus hati-hati. Lebih berani untuk mengadakan promosi dan sebagainya. Karena sudah terlalu banyak investasi dan tenaga kerja, jadi harus jalan terus,” kata Darmono.
 
Baca:Terombang-ambing, 29 Korban Tsunami Selamat
 
Gelombang tinggi dan tsunami melanda kawasan sekitar Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018. Bencana itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sebagian daerah Banten dan Lampung.
 
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin pukul 07.00 WIB musibah tersebut mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang mengalami luka-luka, 57 orang hilang. Sementara, 11.687 orang mengungsi di lima kabupaten yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 
Ribuan personel gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, sejumlah kementerian lembaga, relawan dan masyarakat saat ini masih berusaha mengevakuasi dan mencari para korban.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif