Depresi Disebut Kerap Jadi 'Pintu Masuk' Bunuh Diri
Ilustrasi. (Medcom.id/Syahmaidar)
Jakarta: Psikolog Forensik Reza Indragiri menyebut kasus depresi banyak disebut oleh peneliti sebagai pintu masuk ideal menuju bunuh diri. Berbagai penelitian menunjukkan rasa takut akan kehilangan dan depresi menyumbang terjadinya kasus bunuh diri.

Satu di antara banyak kasus adalah pembunuhan yang berujung pada bunuh diri yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Reza meyakini ketakutan akan kehilangan orang yang dikasihi menemukan relevansinya dalam kasus ini. 

"Saya membaca (berita) ada kutipan surat pelaku yang seolah ada unsur altruistik bagaimana keinginan untuk melindungi, membela, dan menjamin keselamatan keluarga. Sayang, manifestasinya dengan cara yang keliru, dengan menghabisi mereka," ujarnya melalui sambungan Skype dalam Metro Siang, Sabtu, 27 Oktober 2018.


Reza mengatakan depresi bersifat kronis. Artinya tidak cukup hanya beberapa hari atau minggu kemudian menimbulkan gejala. Secara umum, penderita depresi tidak memiliki tanda luar biasa terkait dengan stabilitas emosinya.

Ketika kasus pembunuhan berujung bunuh diri diasumsikan terjadi lantaran pelakunya mengalami depresi, pencegahan yang bisa dilakukan menurut Reza adalah dengan menyediakan konseling dan memberi perhatian. 

"Saya berulang kali merekomendasikan kita membutuhkan hotline khusus orang-orang yang membutuhkan layanan psikologis dalam waktu cepat," kata dia.

Nomor darurat seperti 112, kata Reza, bisa digunakan untuk konseling. Ia mengungkapkan, sekian banyak riset orang yang berniat bunuh diri dapat berubah pikiran karena pada menit terakhir sebelum melakukan aksi, mereka menemukan tempat yang tepat untuk curhat.

Kendati dibutuhkan, Reza sanksi penyediaan hotline nomor darurat bisa efektif mencegah seseorang melakukan bunuh diri. Sebabnya, kebiasaan masyarakat Indonesia adalah menutupi kondisi kejiwaan yang sesungguhnya dengan cara menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.

"Keengganan untuk mengungkapkan isi hati dan ketidakstabilan emosi juga dianggap sebagai aib luar biasa. Alasan ini yang saya sanksi layanan konseling melalui nomor darurat bisa dimanfaatkan masyarakat," pungkasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id