Hunian Sementara Korban Bencana Sulteng Segera Dibangun
Bangunan runtuh setelah Palu diguncang gempa- Medcom.id/Surya Perkasa
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) segera membangun barak atau hunian sementara untuk seluruh korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan (Sulteng). Barak dibangun untuk tempat tinggal sementara sampai rumah korban dibangun.

"Kami akan membangun barak darurat sebelum tahap ketiga rekontruksi," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Oktober 2018.

Ia menyampaikan, pembuatan rumah untuk korban gempa Palu dan Donggala berbeda dengan korban gempa di Lombok. Di Palu dan Donggala, rumah harus dibangun total dari awal.


"Karena ini kan kena tsunami dan likuifasi. Jadi seluruhnya hancur dan harus dibangun dari nol. Sementara di Lombok masih ada kerangka bangunan yang masih bisa digunakan," ungkapnya.

Kendati harus tinggal di barak, dipastikan Wiranto hunian itu layak. Setiap barak akan dilengkapi dengan dapur dan toilet. Warga tak boleh lagi tinggal di jalan.

(Baca: 27 Unit Pesawat Kirim Bantuan ke Palu)

"Barak ini memang sederhana dan murah, tapi lengkap, nanti lokasinya ditentukan oleh Pemda," ungkapnya.

Pemerintah tak hanya membangun barak untuk tempat tinggal, tapi juga untuk sekolah. Bagaimanapun, kehidupan di Palu dan Donggala harus segara pulih.

Wiranto bahkan telah meminta sejumlah instansi pelayanan masyarakat berkantor. "Kenapa harus buka? Karena ini bagian normalisasi kehidupan di sana," pungkasnya.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id